nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Industri Hiburan dan Festival Tumbuh Positif

Koran SINDO, Jurnalis · Minggu 10 Februari 2019 13:14 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 10 320 2015951 industri-hiburan-dan-festival-tumbuh-positif-C254WqQjHk.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Industri berbasis kreativitas seperti hiburan dan festival di Indonesia terus tumbuh yang ditandai melonjaknya penjualan tiket event hiburan.

Penggeraknya adalah inovasi teknologi dan internet serta keberadaan kaum milenial di Indonesia yang jumlahnya mencapai 90 juta jiwa. VP Marketing Loket Ario Adimas mengatakan, secara garis besar industri hiburan saat ini terus menunjukkan pertumbuhan positif.

Saat ini pelaku industri hiburan dan festival di Tanah Air bahkan tengah menikmati masa keemasan karena besarnya jumlah milenial dan karakter milenial yang suka mencoba hal baru atau mencari kesenangan (leisure ). ”Kita saat ini lagi di masa tinggi-tingginya. Milenial itu spendnya beda. Kalau orang zaman dulu punya uang langsung ditabung, milienial punya cara sendiri untuk menikmati hidup dan hasil kerjanya,” ujarnya di Jakarta.

Baca Juga: Industri Kimia Hilir Siap Implementasikan Indonesia 4.0

Dengan cakupan yang sangat luas seperti film, festival, dan konser musik, ajang pesta olahraga, MICE, atraksi hiburan dan bidang ekonomi kreatif lainnya, industri hiburan memiliki potensi sebagai salah satu kekuatan bagi industri kreatif Indonesia yang di saat bersamaan juga turut berkontribusi bagi perekonomian nasional.

Menurut Dimas, saat ini pelaku industri hiburan juga berlomba-lomba mendesain produk yang sesuai selera milenial. ”Mulai dari pariwisata, konser, MICE, taman bermain, hingga film juga makin menggeliat perkembangannya. Lihat saja pembuat film lokal saat ini sedang naik gila gilanya. Maka, kami yakin bahwa kami ada di industri yang benar,” tukasnya. Kenaikan industri hiburan dan festival tercermin dari angka-angka penjualan tiket di Loket selaku penyedia platform tiket.

grafik

Pada tahun lalu angkanya melonjak hingga lebih dari 10 juta tiket secara keseluruhan. ”Laju pertumbuhan untuk setiap kategori juga sangat positif. Untuk penjualan tiket kategori konser dan festival musik meningkat 500%, penjualan tiket kategori MICE meningkat 200%, penjualan tiket olahraga meningkat 225%, dan penjualan tiket kategori atraksi hiburan meningkat 250%,” jelas Dimas.

Dimas menambahkan, inovasi yang kian maju dan berkembang semakin memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam menjelajah event baru secara lebih cepat dan personal. Selain inovasi teknologi, Loket juga memprediksikan bahwa konsep O2O (Online-to- Offline) akan semakin dikenal luas tahun ini.

Hal ini tercermin dari proses pemesanan tiket secara online dengan pembayaran offline yang semakin populer, terutama pada masyarakat yang belum memiliki akses ke pembayaran digital.

Sementara itu, Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Ricky Joseph Pesik mengatakan, ekonomi kreatif termasuk di dalamnya industri hiburan di Indonesia ditargetkan akan menjadi salah satu kekuatan industri kreatif dunia.

Menurutnya, 90% subsektor ekonomi kreatif itu terkait festival, pameran, dan kegiatan yang terkait sektor hiburan. Selain itu, kehadiran teknologi digital juga merevolusi segalanya, termasuk dalam penjualan tiket bisa dilakukan melalui ponsel.

”Ada puluhan ribu festival di seantero negeri yang belum terjamah. Masa depan ekonomi kreatif akan ada di handphone. Itu yang akan membuat masa depan industri hiburan mencerahkan sekali,” tukasnya.

Baca Juga: Menperin Bidik 3.220 Santri Ikut Program Santripreneur

Merujuk pada data Bekraf dalam laporan OPUS Outlook 2019, pada 2016 kontribusi ekonomi kreatif terhadap perekonomian nasional sebesar 7,44% dan diproyeksikan akan terus meningkat. “Periode 2016- 2018 sektor ekonomi kreatif pertumbuhannya di atas 5%, di atas pertumbuhan ekonomi nasional. Lebih signifikan lagi pertumbuhannya setelah era teknologi,” tuturnya. Ricky menambahkan, industri hiburan sebagai salah satu bagian dalam industri kreatif ini juga memiliki pangsa pasar yang tak terbatas.

Dalam beberapa tahun terakhir bahkan terus menunjukkan tren pertumbuhan yang positif. Film, animasi, dan video bahkan masuk ke dalam sektor dengan pertumbuhan tertinggi yaitu sebesar 10,09%, serta seni dan pertunjukkan sebesar 9,54%.

Sementara itu, musik tercatat sebesar 7,59%. Dia pun optimistis industri hiburan dapat terus menunjukkan pertumbuhan positif dan menjadi kekuatan baru bagi industri kreatif Indonesia.

”Teknologi, era milenial, dan ihwal baru banyak bermunculan dan lantas mengubah banyak lanskap. Banyak hambatan yang masih harus dibenahi, termasuk akses milenial ke pasar nasional maupun internasional,” tandasnya.

(Inda)

1 / 2
GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini