nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menteri Basuki Pamerkan Aplikasi Digital Bidang Konstruksi di PUPR Expo 2019

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 11 Februari 2019 13:12 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 11 320 2016293 menteri-basuki-pamerkan-aplikasi-digital-bidang-konstruksi-di-pupr-expo-2019-xTIIihtg8W.jpeg Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Foto: Giri/Okezone

JAKARTA - Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyelenggarakan 4.0 Expo. Pameran yang diselenggarakan selama lima Minggu ke depan hingga pertengahan Maret 2019, melibatkan semua Unit Organisasi di lingkungan Kementerian PUPR.

Nantinya, seluruh unit akan menunjukkan produk dan inovasi layanan berbasis internet baik layanan internal maupun eksternal. Acara juga akan diisi mini talkshow bergantian dari beberapa unit organisasi.

Menteri PUPR Basuki Hadimuldjono mengatakan, PUPR 4.0 Expo ini bertujuan agar data dan informasi bidang PUPR dapat diketahui dan lebih dimanfaatkan lagi baik oleh internal maupun eksternal sehingga kebutuhan data dan informasi yang otomatis, up to date, dan lebih cepat dapat diperoleh dengan maksimal.

"Acara ini untuk mengevaluasi seberapa canggihnya PUPR ini memanfaatkan fasilitas IT yang sudah berkembang pesat," ujarnya dalam acara pembukaan PUPR 4.0 di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Senin (11/2/2019).

Menurut Basuki, inovasi dalam pembangunan infrastruktur sangat penting sekali untuk dilakukan. Apalagi sekarang ini hampir semuanya sudah bergeser ke arah industri 4.0 di mana teknologi informasi dan komunikasi dimanfaatkan sepenuhnya.

Baca Juga: Kementerian PUPR Sulap Kawasan Kumuh Tambak Lorok Jadi Lokasi Wisata

Karena menurutnya dengan penggunaan teknologi ini manfaat yang akan didapatkan sangat banyak sekali. Seperti efisiensi yang tinggi dan kualitas produk yang lebih baik, serta memberikan nilai tambah bagi pelaksanaan pembangunan infrastruktur.

"Di luar, organisasi lain sudah banyak sekali kita mendengar dan mendapatkan informasi. Tapi apa yang sudah kita lakukan," jelasnya.

Sementara itu, Basuki menjelaskan saat ini Kementerian PUPR sendiri sudah menciptakan berbagai inovasi di bidang digital yang akan ditilang dalam pameran tersebut. Adapun beberapa teknologi yang dimanfaatkan dalam bidang konstruksi, seperti informasi material dan peralatan apa saja yang terdapat di suatu daerah dapat diketahui dalam waktu cepat dan tepat melalui internet

Beberapa pemanfaatan teknologi internet untuk pembangunan di Kementerian PUPR yang telah dikembangkan di antaranya sepeti Jalan Kita. Aplikasi ini untuk memfasilitasi partisipasi masyarakat pengguna jalan dalam memberikan informasi terkait kondisi jalan dan jembatan di Indonesia.

Selain itu ada juga aplikasi Drought and Flood Early Warning System hingga Sistem Informasi dan Data Base Online Rencana Induk Pengembangan Infrastruktur (SIBAS RIPI). Kemudian ada juga aplikasi E-Rekomtek, yang memberikan percepatan dan penyederhanaan perizinan investasi dalam bidang SDA.

Kementerian PUPR telah mengadopsi Building Information Modelling (BIM) oleh seluruh pemangku kepentingan pada 2017. BIM merupakan representasi digital dari karakteristik fisik dan karakter fungsional dari suatu bangunan.

basuki

Oleh karenanya, di dalamnya terkandung semua Informasi mengenai elemen-elemen bangunan tersebut yang digunakan sebagai basis pengambilan keputusan dalam kurun waktu siklus umur bangunan mulai dari konsep hingga demolisi.

"Misalnya saya tahu di Bina Marga sedang dikembangkan inputing IMRS sehingga bisa tahu berapa untuk satu ruas jalan nasional kita, berapa mantapnya, di mana, dan mudah-mudahan semakin berkembang karena sekarang baru tiga provinsi. Saya tahu walaupun Bina Marga belum lapor saya," jelasnya.

Pada 2019 juga disiapkan digitalisasi perizinan atau e-submission. Digitalisasi juga akan diterapkan pada proses pengadaan (e- procurement), monitoring dan pengawasan (e- monitoring & e-supervisi), dan pasar digital sektor konstruksi (library data).

Namun dalam rangka mendukung pelaksanaannya diperlukan beberapa action plan. Seperti upaya persiapan infrastruktur (software dan hardware), dan persiapan SDM (humanware) baik ASN PUPR, maupun para penyedia jasa.

"Harapannya anak-anak muda bisa melihat inovasi dan melihat apa yang bisa kita buat," ucapnya.

Sebagai informasi, Kementerian PUPR sendiri ada lebih dari 100 aplikasi atau sistem informasi yang mendukung layanan perizinan, perencanaan, monitoring, geography information system, dan sistem lainnya sebagai dukungan pembangunan infrastruktur maupun layanan yang bersifat internal seperti kepegawaian, hingga tata persuratan.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini