nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta Sudah 53%

Ade Rachma Unzilla , Jurnalis · Senin 11 Februari 2019 13:56 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 11 320 2016323 pembangunan-bandara-internasional-yogyakarta-sudah-53-SesYqhuHoh.jpeg Bandara Internasional Yogyakarta (Dok: AP II)

JAKARTA - PT Angkasa Pura I (Persero) menyatakan progres pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta (New Yogyakarta International Airport/NYIA) telah mencapai 53% hingga minggu ke-30 pelaksanaan pekerjaan.

Adapun saat pengoperasian terminal internasional yang ditargeti April 2019 nanti, dilengkapi beberapa fasilitas. Di antaranya fasilitas sisi udara (airside) yang meliputi landas pacu, rapid taxiway 1, holding bay 1, paralel taxiway, exit taxiway, dan apron yang ditargetkan rampung 100%.

Kemudian, fasilitas sisi darat (landside) seperti gedung terminal seluas 12 ribu meter persegi, gedung penunjang (seperti gedung PKP-PK, kargo dan EMPU, masjid, Main Power House (MPH) dan gedung administrasi) juga tuntas 100%.

Baca Juga: Menanti Pengoperasian Bandara Kulonprogo

“Kami optimistis dapat menyelesaikan proyek pembangunan salah satu bandara terbesar di Indonesia ini sesuai jadwal yang telah tetapkan. Pada minggu kedua Maret nanti ditargetkan proses verifikasi oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (DJPU) Kementerian Perhubungan RI dapat dilakukan,” kata Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi dalam keterangan persnya, Senin (11/2/2019).

Faik juga mengatakan, saat pengoperasian terminal internasional, progres pembangunan NYIA secara keseluruhan telah mencapai 50 persen, dengan terminal seluas 12 ribu meter persegi, runway sepanjang 3.250 x 45 meter, 4 unit garbarata, serta area parkir yang mampu menampung hingga 500 kendaraan.

Sementara itu, pembangunan NYIA akan selesai 100% pada Desember 2019 untuk pembangunan fase 1. NYIA akan punya terminal seluas 210 ribu meter persegi berkapasitas 14 juta penumpang per tahun, 9 kali lipat dari kapasitas Bandara Adisutjipto.

“NYIA akan menjadi bandara terbesar ketiga di Indonesia setelah Bandara Soekarno-Hatta di Banten dan Bandara I Gusti Ngurah Rai di Bali. Kehadiran NYIA diharapkan akan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan ke Yogyakarta serta memiliki multiplier effect yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi, perdagangan, dan logistik di Yogyakarta dan sekitarnya,” tambah Faik.

bandara

NYIA merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang diamanatkan oleh Pemerintah RI kepada Angkasa Pura I. NYIA mendesak untuk dibangun mengingat Bandara Adisutjipto yang ada saat ini sudah dalam kondisi lack of capacity.

Angkasa Pura I pun telah memerhatikan sisi mitigasi potensi bencana di wilayah pantai selatan Yogyakarta. Landas pacu NYIA dibangun pada ketinggian 7,8 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan berjarak satu kilometer dari pantai.

Sementara itu, apron berada 8 mdpl dan terminal 9 mdpl. Bangunan terminal juga telah dirancang tahan terhadap ancaman gempa bumi hingga 8,8 skala richter.

Menurut Faik, hadirnya NYIA merupakan wujud komitmen Angkasa Pura I dalam mendukung pengembangan konektivitas udara dan pendorong pengembangan wilayah. Bagi penguna jasa, keberadaan NYIA akan meningkatkan level of service dalam aspek pelayanan, dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan dan keamanan.

“Harapannya, Daerah Istimewa Yogyakarta akan menjadi semakin istimewa dengan hadirnya NYIA,” ujar Faik.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini