JAKARTA – Indeks dolar AS memperpanjang kenaikan pada akhir perdagangan Senin, 11 Februari 2019. Kurs dolar AS menguat di tengah penurunan mata uang Inggris. Pound Inggris turun setelah sejumlah data menunjukkan kelemahan perekonomian.
Office for National Statistics (ONS) merilis proyeksi Produk domestik bruto Inggris (PDB) pada kuartal terakhir tahun lalu 0,2%, di bawah perkiraan Bank Inggris. Untuk 2018 secara keseluruhan, pertumbuhan PDB Inggris tergelincir ke rekor terendah 1,4%.
Baca Juga: Dolar AS Menguat Pasca-Pidato Kenegaraan Trump
Melansir Xinhua, Selasa (11/2/2019), indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,44% pada 97,0608 pada akhir perdagangan.
Pada akhir perdagangan New York, euro jatuh menjadi USD1,1275 dari USD1,1322 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,2860 dari USD1,2932 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi USD0,7062 dari USD0,7085.

Dolar AS dibeli 110,40 yen Jepang, lebih tinggi dari 109,77 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 1,0040 franc Swiss dari 0,9999 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3298 dolar Kanada dari 1,3268 dolar Kanada.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.