nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wall Street Menguat di Tengah Penyelesaian Perang Dagang

Feby Novalius, Jurnalis · Selasa 12 Februari 2019 21:11 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 12 278 2017051 wall-street-menguat-di-tengah-penyelesaian-perang-dagang-1klW6Lba0a.jpg Ilustrasi (Foto: Reuters)

NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street dibuka naik pada perdagangan Selasa waktu AS. Sentimen terangkat setelah anggota parlemen mencapai kesepakatan tentatif untuk mencegah penutupan sebagian pemerintah dan AS-China menyatakan optimisme tentang penyelesaian perdagangan,

Melansir Reuters, Selasa (12/2/2019), meski demikian, masih belum jelas apakah Presiden Donald Trump akan menyetujui perjanjian tersebut. Pasalnya, para pembantu kongres mengatakan mendukung pembiayaan USD5,7 miliar untuk membangun tembok perbatasan.

Baca Juga: Wall Street Mixed, Investor Cermati Perundingan Dagang AS-China

Sedangkan, pembicaraan perdagangan AS-China yang dilanjutkan pada hari Senin berupaya untuk mencapai kesepakatan sebelum batas waktu 1 Maret. Di mana adanya tarif tambahan AS untuk impor China akan mulai berlaku.

Adapun indeks utama Wall Street, Dow Jones naik 212 poin atau 0,85%. S&P 500 naik 19,75 poin atau 0,73% dan Nasdaq naik 61 poin atau 0,88%.

Sebelumnya, Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer telah tiba di Beijing, menjelang pembicaraan tingkat tinggi yang dijadwalkan akhir pekan ini.

Boeing Inc dan Caterpillar Inc masing-masing naik sekitar 1%, sementara pembuat chip yang mendapatkan sebagian besar pendapatan mereka dari China, juga naik.

Baca Juga: Perundingan Dagang AS-China Dimulai, Wall Street Menguat

Advanced Micro Devices Inc, Micron Technology Inc dan Nvidia Corp naik antara 1% dan 1,8%. Gilead Sciences Inc turun 3,8$ setelah studi tahap akhir dari obat eksperimental utama untuk mengobati penyakit hati berlemak progresif gagal memenuhi tujuan utamanya.

Under Armour Inc naik 1,4%, setelah pembuat pakaian olahraga melaporkan laba kuartalan yang mengalahkan estimasi Wall Street karena menjual lebih banyak sepatu kets dengan harga penuh selama musim liburan.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini