nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pacu Produktivitas, Industri Tekstil Bakal Dapat Fasilitas Khusus

Rany Fauziah, Jurnalis · Selasa 12 Februari 2019 14:16 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 12 320 2016815 pacu-produktivitas-industri-tekstil-bakal-dapat-fasilitas-khusus-vsUHfADxY9.jpg Foto: Menperin (Okezone)

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sedang melakukan identifikasi terhadap industri tekstil dan produk tekstil (TPT) yang akan meningkatkan kapasitas produksinya baik untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri sebagai substitusi impor maupun keperluan mengisi kancah ekspor.

Pemerintah siap memberikan beberapa kemudahan fasilitas kepada perusahaan-perusahaan tersebut.

“Fasilitas itu antara lain, kemudahan untuk impor mesin-mesin dan barang modal yang lebih cepat, kemudian jaminan akses terhadap ketersediaan bahan baku,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto seperti dilansir dari laman Kementerian Perindustrian, Selasa (12/2/2019).

 Baca Juga: Rebut Pasar AS, Ekspor Tekstil Indonesia Ditargetkan Naik Jadi USD30 Miliar

Seiring untuk menggenjot produktivitas industri TPT, Kementerian Perindustrian juga melakukan peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) melalui program pendidikan vokasi yang linkand match antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan industri.

“Upaya strategis itu sebagai salah satu wujud nyata dari komitmen pemerintah dalam membangun SDM yang kompeten, sesuai kebutuhan dunia industrinya saat ini dan sejalan dengan implementasi Making Indonesia 4.0,” paparnya.

Bahkan, Kemenperin telah mengusulkan mengenai penerapan skema insentif fiskal berupa super deductible tax atau pengurangan pajak di atas 100%. Fasilitas ini akan diberikan kepada industri yang terlibat dalam program pendidikan vokasi serta melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan (litbang) untuk menghasilkan inovasi.

“Skema yang diusulkan adalah pengurangan pajak bagi industri yang terlibat dalam pelatihan dan pendidikan vokasi sebesar 200%. Sedangkan, bagi industri yang melakukan kegiatan litbang atau inovasi sebesar 300%,” kata Airlangga.

 Baca Juga: Ekspor Capai Target, Industri Tekstil RI Punya Potensi Besar

Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan terjadi peningkatan kapasitas dan daya saing industri secara nasional, termasuk perusahaan-perusahaan TPT. “Kami optimis akan terjadi peningkatan ekspor TPT sampai dengan USD15 miliar pada tahun 2019,” katanya.

Kemenperin mencatat, ekspor TPT nasional pada tahun 2018 diproyeksi mencapai USD13,28 miliar, naik 5,6% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Industri TPT nasional mampu memberikan share ekspor dunia sebesar 1,6%.

Bahkan, industri TPT menunjukkan kinerja gemilang sepanjang tahun 2018, dengan pertumbuhan sebesar 8,73%. Angka ini melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sekitar 5,17%.

“Hingga saat ini, industri TPT di dalam negeri telah menyerap tenaga kerja sebanyak 3,58 juta orang atau 21,2% dari total tenaga kerja di sektor industri manufaktur. Ini menunjukkan industri TPT merupakan sektor padat karya,” katanya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini