nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sri Mulyani Kritik Pengelolaan Anggaran Kemenhub

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 13 Februari 2019 15:09 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 13 20 2017380 sri-mulyani-kritik-pengelolaan-anggaran-kemenhub-ZtgHGT3XSj.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Humas Kemenpan RB)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengkritik pengelolaan anggaran yang dilakukan Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Sebab, penyerapan anggaran kementerian di bawah Menteri Budi Karya Sumadi ini dinilai harus diperbaiki.

Menurut Sri Mulyani, selama tahun 2014-2018, Kemenhub masih belum bisa terlepas dari pengelolaan anggaran yang baik. Sebab penyerapan dan pelaksanaannya sering tidak mencapai target.

Dia mencontohkan, pada tahun lalu tercatat, Kemenhub hanya bisa menyerap anggaran 84,51% atau Rp45,15 triliun dari total pagu Rp53,42 triliun. Sementara di 2017 juga hanya bisa menyerap 86,35% dari total anggaran Rp47,94 triliun.

Baca Juga: APBN Disebut Bocor 25%, KSP: Itu Pandangan Tanpa Dasar

"Kinerja dari penggunaan anggaran 2014-2018 yang lalu ada beberapa bagian yang mungkin masih untuk perlu diperbaiki dalam pelaksanaan anggaran terutama dari sisi penyerapan dan alokasi dari penggunaan anggaran di Kemenhub," ujarnya saat ditemui, di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Rabu (13/2/2019).

Meskipun begitu, dirinya memberikan solusi pada Kemenhub dalam menyusun pagu anggaran untuk Rencana Kerja tahun 2020 lebih cepat. Apalagi, penyusunan ini juga menggunakan aplikasi digital e- planning.

"Saya menghargai Kemenhub sudah melakukan perencanaan sejak awal untuk 2020 tentu untuk melihat bagaimana memperbaiki perencanaan anggaran agar bisa menunjang program-program Kemenhub," jelasnya.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menyebut, jika transportasi menjadi elemen penting dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Secara khusus untuk mengurangi angka kemiskinan.

Baca Juga: Ini Besaran Tunjangan PNS Analis APBN

Oleh karena itu, dirinya meminta kepada Kemenhub untuk betul-betul dalam mengerjakan pembangunan infrastruktur transportasi ini. Sehingga ke depannya bisa menimbulkan efek domino bagi perekonomian negara.

"Tadi yang saya sampaikan adalah konteks bahwa penting masalah transportasi dan perhubungan untuk menopang pertumbuhan ekonomi, mengurangi kemiskinan, menciptakan pemerataan sehingga peranan dari Kemenhub itu menjadi sangat vital," jelasnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini