nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wall Street Menguat Ditopang Data Ekonomi AS

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis · Kamis 14 Februari 2019 07:37 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 14 278 2017697 wall-street-menguat-ditopang-data-ekonomi-as-k6DSStf0TP.jpg Bursa saham Wall Street ditutup menguat (Foto: Ilustrasi Reuters)

JAKARTAWall Street menguat pada perdagangan Rabu 13 Februari 2019. Bursa saham Amerika Serikat (AS) kokoh ditopang data inflasi yang ditunjukkan oleh harga konsumen AS pada bulan Januari, dan pendapatan yang lebih baik dari perkiraan.

Dilansir dari Xinhua, Kamis (14/2/2019), indeks Dow Jones Industrial Average naik 117,51 poin atau 0,46%, menjadi 25.543,27, indeks S&P 500 naik 8,30 poin atau 0,30% menjadi 2.753,03 dan Komposit Nasdaq naik 5,76 poin atau 0,08% menjadi 7.420,38.

Baca Juga: Perang Dagang Segera Berakhir, Wall Street Menguat

Saham Diebold Nixdorf melonjak lebih dari 39% di sekitar penutupan pasar, setelah produsen ATM AS melaporkan pendapatan kuartalan yang melampaui ekspektasi analis. Bimbingannya untuk 2019 juga tampak kuat.

Saham Hilton Worldwide juga naik tajam hampir 6,8% di sekitar bel penutupan, karena jaringan hotel AS melaporkan laba kuartalan yang mengalahkan perkiraan Wall Street.

Sembilan dari 11 sektor S&P 500 utama memperpanjang kenaikan pada hari Rabu, dengan sektor energi naik hampir 1,3%, memimpin kenaikan.

Lebih dari dua pertiga, atau 71,5%, dari perusahaan S&P 500 telah membukukan laba kuartalan yang lebih kuat dari perkiraan karena musim pendapatan kuartal keempat mendekati akhir, menurut Reuters.

wall street

Pasar juga didorong oleh optimisme yang terus-menerus tentang prospek kemajuan perdagangan yang akan dibuat antara Cina dan Amerika Serikat, karena investor terus memantau pembaruan terbaru mengenai pembicaraan perdagangan mereka.

Di sisi ekonomi, Indeks Harga Konsumen (CPI) AS tetap tidak berubah bulan lalu, karena penurunan harga bensin mengikis kenaikan biaya makanan dan sewa, Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan pada hari Rabu.

CPI naik 1,6% untuk 12 bulan yang berakhir Januari, kenaikan terkecil sejak periode yang berakhir Juni 2017.

Investor secara luas percaya bahwa data menunjukkan tingkat inflasi yang optimis akan membantu Federal Reserve AS mempertahankan suku bunganya stabil untuk beberapa waktu, karena Fed tidak menaikkan suku biasanya menguntungkan pasar saham.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini