nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Produksi Jagung di Pandeglang Meningkat 25,74% Sepanjang 2018

Feby Novalius, Jurnalis · Kamis 14 Februari 2019 20:50 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 14 320 2018125 produksi-jagung-di-pandeglang-meningkat-25-74-sepanjang-2018-orzqmRJWwi.jpg Panen Jagung di Pandeglang (Foto: Kementan)

PANDEGLANG - Menginjak tahun kedua pengembangan Upaya Khusus (Upsus) Jagung di Kabupaten Pandeglang, Banten. Angka peningkatan produksi cukup menggembirakan.

Bupati Pandeglang Irna Narulita menjelaskan, di tahun 2017, petani Pandeglang hanya mampu tanam 48.317 ha dengan produksi 41.419 ton. Sedangkan pada tahun 2018 berhasil menanam seluas 59.503 ha.

"Berdasarkan data statistik Pertanian, ada peningkatan produksi Jagung di Kabupaten Pandeglang sebesar 25,74% dari hasil produksi Jagung tahun 2018," ujar Irna, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (14/2/2019).

Baca Juga: Pemerintah Buka-bukaan Harus Impor 280.000 Ton Jagung

Dari tanam seluas 59.503 ha, realisasi panen jagung Kabupaten Pandeglang dari Januari-Desember 2018 adalah 45.339 ha. Dan dari realisasi panen itu, produksi jagung tahun 2018 sebesar 55.775 ton dengan provitas rata-rata 3.62 ton per ha.

Irna menambahkan panen jagung di Kabupaten Pandeglang hari ini adalah pertanaman sisa tanam pada bulan Oktober-Desember 2018, dengan total tanaman adalah 10.302 ha. Tersebar di hampir semua kecamatan. Di antaranya panen pada bulan Januari 2019 seluas 2.594 ha; perkiraan panen pada bulan Februari seluas 4.334 ha; perkiraan panen pada bulan Maret 2019 seluas 2.544 ha, dan perkiraan panen pada bulan April 2019 seluas 830 ha.

Dengan pengalaman dua tahun terakhir pengembangan jagung, Pemerintah Kabupaten Pandeglang telah memiliki gambaran optimalisasi seperti apa yang akan dilakukan tahun ini. Di antaranya untuk menjaga kualitas dan harga jagung.

"Kita akan fokus pada peningkatan kualitas jagung dengan penyediaan sarana dryer (mesin pengering), corn sheller, sehingga dengan alat ini kita bisa menghasilkan kualitas Jagung pipil kering yang baik. Sehingga harga bisa menguntungkan petani," terang Irna.

Baca Juga: Panen Raya Jagung di Gunungkidul Capai 4,9 Ton/Ha

Sementara itu, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Sumarjo Gatot Irianto mengapresiasi capaian produksi jagung di Banten.

"Sebagai wujud apresiasi, pemerintah akan menyiapkan bantuan program tumpangsari dan alat pengering UV. Harapannya tentu kualitas produksi jagung akan semakin bagus dan harga bisa stabil tinggi," kata Gatot.

Untuk terus menjaga pasokan jagung, Gatot meminta para petani untuk komitmen segera menanam dan memanfaatkan bantuan semaksimal mungkin.

Selain komoditas jagung, pertumbuhan produksi juga terjadi pda komoditas Tanaman Pangan strategis lainnya. Padi sawah peningkatannya mencapai 8,28%, padi gogo peningkatannya mencapai 26,94%, kedelai peningkatan 91,15 %.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini