Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jokowi Vs Prabowo, Bakal Bahas Utang untuk Infrastruktur?

Giri Hartomo , Jurnalis-Minggu, 17 Februari 2019 |17:14 WIB
Jokowi Vs Prabowo, Bakal Bahas Utang untuk Infrastruktur?
Foto: Okezone
A
A
A

JAKARTA - Dua calon Presiden yakni Joko Widodo dan Prabowo Subianto akan melangsungkan debat Capres yang kedua pada malam nanti. Tema yang akan diangkat pada debat kedua ini adalah mengenai Energi, Pangan, Sumber Daya Alam (SDA), Lingkungan Hidup dan Infrastruktur. 

Pengamat Transportasi Darmaningtyas menanti pembahasan mengenai utang untuk pembangunan infrastruktur dalam debat Calon Presiden (Capres) putaran dua pada malam nanti. Sebab belakangan isu utang untuk infrastruktur begitu gencar terdengar dari masing-masing pendukung Capres.

"Saya lihat, pembahasan utang konsumsi akan menjadi persoalan (saat debat)," ujarnya di Jakarta, Minggu (17/2/2019).

Secara pribadi, Darmaningtyas sendiri mengaku tidak masalah dengan pembiayaan infrastruktur lewat utang. Karena infrastruktur sendiri bersifat produktif yang bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi negara.

"Dibahas utang enggak masalah yang paling penting utang untuk produktif atau konsumtif." ucapnya. 

Sebagai salah satu contohnya adalah untuk mengembangkan sektor industri di luar Jawa. Nantinya setengah hasil dari pengelolaan industri itu bisa digunakan untuk membayar utang, dan sisanya bisa di gunakan sebagai pendapatan negara. 

Sementara untuk pembangunan infrastruktur sendiri bisa mendorong sektor logistik. Dengan adanya pembangunan infrasturuktur seperti jalan tol hingga tol laut maka cost logistik semakin murah dan bisa mendorong indsutri lebih baik lagi. 

"Tapi kalau untuk produktif misalnya harus misalkan untuk mengembangkan industri di Luar Jawa itu bisa dibayar dari hasil peternakan di luar Jawa. Misal orang untuk industri pengalengan ikan itu nanti bisa dibayar dari hasil perikanan. Kalau hanya untuk impor pangan hanya itu hanya untuk konsumsi gaada untung itu," jelasnya

Darmaningtyas mengibaratkan utang untuk pembangunan infrastruktur seperti membeli mobil secara kredit. Jika hanya mengandalkan gaji pas-pasan tanpa dipakai untuk usaha maka akan memberatkan. Sedangkan jika mobil tersebut dipakai untuk usaha seperti buka usaha rental atau driver online maka akan terasa ringan.

"Sama lah kita untuk utang beli mobil kalau ga ada gaji lebih akan jadi beban. Tapi kalau dipakai usaha misalnya dipakai untuk driver online itu akan ringa," pungkasnya.

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement