Negara Kantongi Penerimaan Pajak Rp90,6 Triliun berkat Fasilitas Ini

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Senin 18 Februari 2019 13:34 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 18 20 2019541 negara-kantongi-penerimaan-pajak-rp90-6-triliun-berkat-fasilitas-ini-ycWUVJtz5p.jpg Pajak (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Ditjen Bea Cukai) merilis survei manfaat ekonomi yang dihasilkan dari fasilitas kepabeanan Kawasan Berikat (KB) dan Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE). Fasilitas ini pun di antaranya menghasilkan pendapatan negara dari pajak sebesar Rp90,6 triliun.

Riset ini merupakan hasil kerja sama dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) dan University Network for Indonesia Export Development (UNIED) pada manfaat insentif kepabeanan KB dan KITE di tahun 2017. Seperti diketahui, insentif kepabeanan yang diberikan pada KB dan KITE sebesar Rp57,28 triliun di tahun 2017.

Baca Juga: Waspada Penipuan Atas Nama Kemenkeu, Jangan Sampai Tertipu

Adapun, survei tersebut dilakukan kepada 1606 perusahaan, terdiri 1244 di KB dan 362 di KITE. Hasilnya, terdapat tujuh kontribusi fasilitas kepabeanan terhadap perekonomian Indonesia, salah satunya soal investasi.

"Rasio ekspor terhadap impor yang menggunakan fasilitas KB dan KITE sebesar 2,40, artinya setiap nilai USD1 bahan baku yang diimpor dengan kedua fasilitas tersebut, telah menghasilkan nilai USD2,40 produk yang telah diekspor,” ujar Direktur Jenderal Bea Cukai Kemenkeu Heru Pambudi di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Senin (18/2/2019).

pajak

Kontribusi pertama, yakni sepanjang 2017 total nilai ekspor yang dihasilkan KB dan KITE sebanyak Rp780,8 triliun, atau setara dengan 34,7% nilai ekspor nasional. Kemudian menghasilkan nilai output sebesar Rp402,5 triliun yang 16,56% menyumbang untuk PDB sektor industri.

Selain itu, fasilitas kepabeanan ini juga mendorong investasi sebesar Rp178,17 triliun. Di sisi lain, juga mendapatkan nilai penerimaan negara melalui pajak sebesar 90,6 triliun, terdiri dari pajak pusat Rp85,49 triliun dan pajak daerah Rp5,11 triliun.

Dari sisi penyerapan tenaga kerja, fasilitas kepabeanan tersebut menyerap 1,95 juta orang pekerja, di mana 97% merupakan tenaga kerja lokal. Serta, fasilitas ini menumbuhkan 95.251 jaringan usaha langsung. Selain itu, menumbuhkan 268.508 usaha tidak langsung mulai dari perdagangan, akomodasi hingga transportasi.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini