Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pasar Automotif Tak Terpengaruh Hadirnya MRT, tapi...

Pasar Automotif Tak Terpengaruh Hadirnya MRT, tapi...
Kondisi Jalanan di Jakarta (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Pasar automotif di wilayah Jakarta dan sekitarnya dinilai tidak akan terpengaruh dengan kehadiran Moda Raya Terpadu atau Mass Rapid Transit (MRT) yang menurut rencana beroperasi secara komersial pada Maret.

Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie D Sugiarto di mengatakan, bahwa kehadiran sistem transportasi umum tidak akan mempengaruhi penjualan produk automotif, namun bisa jadi mengubah pola masyarakat dalam menggunakan kendaraannya.

"Tentunya penjualan automotif akan bergantung pada pertumbuhan ekonomi, juga pendapatan per kapita. Bukan tergantung pada sistem transportasi. Saya melihat di negara dengan sistem transportasi mapan, dengan angkutan massal yang sudah baik misalnya Singapura sampai Hong Kong melalui jaringan bus, LRT, MRT, hingga monorail, penjualan mobil mereka tidak berkurang," kata Jongkie, dikutip dari Harian Neraca, Jakarta, Jumat (22/2/2019).

Baca Juga: Industri Kaca dalam Negeri Pasok 90% Produk Automotif

Menurut Jongkie, pendapatan masyarakat merupakan faktor utama yang mempengaruhi penjualan produk automotif. Sedangkan kehadiran transportasi umum yang baik layaknya negara maju, justru memudahkan mobilitas masyarakat saat hari kerja, dan mereka bisa menggunakan kendaraan pribadi saat akhir pekan.

"Jika pendapatannya meningkat, mereka akan tetap membeli mobil. Kalau pendapatannya termasuk golongan mampu beli, saya yakin mereka tetap membeli. Tapi bisa yang berubah adalah penggunaannya. Jika Senin sampai Jumat pakai angkutan massal, nanti akhir pekan pakai mobil bersama-sama keluarga, entah makan bareng atau ke mana pun sesuai kebutuhan," kata Wakil Presiden Komisaris PT Hyundai Mobil Indonesia itu.

Kendati demikian, Jongkie tidak menampik apabila ada calon konsumen yang mengurungkan niatnya memiliki kendaraan pribadi apabila sistem transportasi di Indonesia semakin mapan. "Memang ada persentasi ke sana, tapi kecil," ucap Jongkie, kemudian menambahkan bahwa mobil akan tetap dibeli sesuai kebutuhan.

Jodie O'tania selaku Vice President Corporate Communication BMW Group Indonesia juga menuturkan hal yang sama, yakni kehadiran MRT tidak akan berpengaruh signifikan pada penjualan otomotif. Dia meyakini ada saja konsumen mobil mewah yang menggunakan transportasi massal yang nyaman, namun mereka akan menggunakan mobil pribadinya saat libur atau akhir pekan guna menunjang gaya hidup.

Baca Juga: Industri Automotif RI Makin Berdaya Saing dengan Penyederhanaan Aturan Baru

"Kami bermain di segmen premium dengan karakter konsumen premium yang berbeda. Jika memang mereka pakai transportasi massal, bisa saja saat weekend pakai mobil bersama keluarga. Jadi pengaruhnya (MRT terhadap penjualan otomotif) tidak signifikan," kata Jodie seusai peluncuran BMW X4 di Jakarta.

Peluang Jongkie mengatakan, rencana kehadiran MRT Jakarta fase I rute Lebak Bulus-Bundaran HI juga bisa dijadikan peluang oleh produsen kendaraan komersial untuk menawarkan produk bus kecil atau sedang, sebagai armada pengumpan dari wilayah permukiman menuju stasiun MRT.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement