Share

Ketua KPK Minta PPATK Cegah Tindak Pencucian Uang Masuk Pinjaman Online

Taufik Fajar, Okezone · Selasa 26 Februari 2019 14:58 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 26 320 2023021 ketua-kpk-minta-ppatk-cegah-tindak-pencucian-uang-masuk-pinjaman-online-JO7yS4WGnQ.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo meminta kepada Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) agar selalu mengawasi pinjaman online (Pinjol) dan E-Commerce. Pasalnya keduanya itu bisa dijadikan tempat Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

"Walaupun belum ada temuan pinjol yang dijadikan TPPU. Tapi secara rasional kita harus tahu orang yang memberi pinjaman itu siapa, asal duitnya dari mana. Kalau kemudian orang ini tidak berizin kan terbuka kemungkinan dananya itu berasal dari money laundry," ujarnya di Jakarta, Selasa (26/2/2019).

 Baca Juga: Saingi Fintech, Bank Juga Punya Pinjaman Online

Maka itu, lanjut dia, semua pihak harus bisa menekan agar Pinjol ini bisa berijin, supaya nantinya bisa tahu asal dananya tersebut dari mana.

"Jangan-jangan dananya nanti dari money laundry, dari narkoba misalkan, dari korupsi. Itu semua tidak kita inginkan," katanya.

 Baca Juga: Jangan Terlilit Jeratan Utang Pinjaman Online, Begini Tipsnya

Sebelumnya, Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Kiagus Ahmad Badaruddin mengatakan, pada 2018 PPATK telah melakukan pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dan Tindak Pidana Pendanaan Terorisme (TPPT).

"Pada 2018 kami telah mengungkap TPPU dan TPPT, seperti pengungkapan dugaan korupsi dengan nominal mencapai Rp1,3 triliun dengan cara pengajuan kredit fiktif, kasus korupsi di BUMN penerbangan dengan nominal Rp200 miliar bekerjasama dengan KPK," ujarnya di Hotel Ayana Mid Plaza Jakarta.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini