nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Saingi Fintech, Bank Juga Punya Pinjaman Online

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Senin 25 Februari 2019 08:29 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 25 320 2022331 saingi-fintech-bank-juga-punya-pinjaman-online-I0JORHYvLz.jpg Ilustrasi Fintech (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Muyani Indrawati telah mengingatkan kepada seluruh industri perbankan untuk bisa menyesuaikan dengan cepat (adaptasi) dengan perubahan teknologi. Sebab jika tidak cepat beradaptasi, maka lama kelamaan industri perbankan ini bisa cepat tergerus dengan bisnis-bisnis lainya yang sudah lebih dulu menggunakan teknologi.

Sri Mulyani mengaku tidak ingin jika nasib perbankan akan berakhir seperti hewan purba seperti Dinosaurus.

Apalagi kini perbankan harus dihadapkan pesaing baru yakni financial technology (fintech). Yang sedang rama saat ini adalah fintech pinjaman online.

 Baca Juga: Sri Mulyani Tak Ingin Perbankan Punah seperti Dinosaurus

Fintech pinjaman online memudahkan masyarakat meminjam uang dengan cepat tanpa harus ke bank. Namun, masyarakat harus teliti dan waspada sebelum melakukan pinjaman online. OJK sudah mengimbau agar masyarakat jangan melakukan pinjaman online yang ilegal.

Untuk itu, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) melalui anak usahanya BRI Agro menyasar segmen mikro dengan mengandalkan produk digital terbaru yang disebut Pinang (Pinjam Tenang).

Pinang adalah produk digital lending dari BRI Agro dan sekaligus menjadi produk pinjaman bank berbasis aplikasi pertama di Indonesia.

“Aplikasi Pinang sudah Fully Digital, dengan sistem digital verification, digital scoring, dan digital signature.” kata Direktur Utama BRI Agro Agus Noorsanto dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin (25/2/2019).

 Baca Juga: Bos OJK: Dirugikan Fintech Ilegal Segera Lapor Polisi

Produk ini secara khusus akan menyasar segmen ultra-mikro dan membuka peluang serta memperluas jangkauan dari Bank BRI saat ini.

Dengan mengkombinasikan teknologi digital, produk Pinang memiliki proses pengajuan sampai pencairan kurang dari 10 menit, dengan tenor yang fleksibel antara 1 sampai 12 bulan.

Pengajuan dapat dilakukan tanpa harus ke bank dan tanpa tatap muka secara langsung. Plafon maksimum Rp20 juta dan memiliki bunga yang terendah dibandingkan dengan Fintech yang ada di pasar lainnya, sehingga, penetrasi produk ini diharapkan akan sangat cepat didukung dengan biaya operasional yang relatif lebih murah karena adanya teknologi digital.

 Baca Juga: Sebelum Ajukan Pinjaman Online, Kenali Dulu Perusahaannya

Sementara itu, Wakil Direktur Utama Bank BRI Sunarso mengatakan, Pinang ini memantapkan komitmen Bank BRI untuk bermain di ranah digital.

"Produk ini dibuat dengan basis manajemen risiko yang ketat. Kami tidak mau mengeluarkan produk dengan sembarangan seperti ratusan fintech ilegal yang sudah ditutup oleh OJK," kata Sunarso.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini