nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dirut BEI: Saham Klub Bola Punya Prospek Bagus

Rabu 27 Februari 2019 11:47 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 27 278 2023414 dirut-bei-saham-klub-bola-punya-prospek-bagus-dtOChOjB9q.jpeg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyambut baik rencana klub sepak bola Bali United FC yang berniat mencatatkan sahamnya di pasar modal. Menurut Direktur Utama BEI, Inarno Djajadi, prospek saham sepakbola untuk melantai di bursa cukup positif. Hal ini berkaca dari prospek saham sepakbola di luar negeri. ”Saham bola di luar negeri bagus banget, karena di samping itu ada pendapatan merchandaise. Jadi enggak hanya bola saja, tapi lihat secara keseluruhan,” ujarnya dilansir dari Harian Neraca, Rabu (27/2/2019).

Dia menegaskan bahwa pendapatan klub sepakbola tidak hanya mengandalkan penjualan tiket. Meskipun tim sepakbola Tanah Air tidak se-ekspansif emiten bola seperti Manchaster United dan Barcelona FC yang memiliki pangsa pasar luas hingga ke Asia, namun Inarno optimistis bahwa prospek saham bola cukup positif.”Jangan salah, pemirsa dan fans kita enggak kalah banyak. Fansnya Persin dan Persija saja banyak, jadi belum tentu kalah dari klub sepakbola luar negeri," tandasnya.

Baca Juga: IPO, Bali United FC Bidik Dana Rp100 Miliar

Sampai saat ini, lanjut Inarno, baru ada satu klub sepakbola yang menyatakan minatnya untuk melantai di BEI, yakni Bali United. Sedangkan untuk Persija, Inarno mengaku belum mendapat informasi lebih lanjut. Ditempat yang sama, Presiden Direktur Kresna Sekuritas sebagai penjamin emisi Bali United, Octavianus Budiyanto menuturkan, saham yang bakal di lepas Bali United sebesar 33,3%.

Adapun dana hasil dari initial public offering (IPO) nantinya akan digunakan untuk investasi dan modal kerja. Di mana dana tidak akan digunakan untuk pembayaran utang. Pasalnya, klus sepak bola asal Bali ini tidak memiliki utang kok. Bali United memiliki aset senilai Rp120 miliar dan total modal perusahaan sekitar Rp108 miliar. Nantinya, IPO akan menggunakan tahun buku Desember, sehingga kemungkinan untuk listing pada Juni 2019.

ihsg

Owner Bali United FC, Pieter Tanuri pernah bilang, pasar modal dapat menjadi salah satu opsi untuk membesarkan klub bola miliknya, sekaligus industri bola nasional. Pieter menjelaskan dalam beberapa tahun terakhir, sektor sepak bola nasional pun turut menunjukkan perkembangan berarti seperti jumlah penonton yang meningkat signifikan dan keberadaan pelatih yang berkualitas yang semakin banyak.

Disampaikannya, di Indonesia tiga besar sumber devisa adalah batu bara, sawit, dan pariwisata. Sport tidak pernah masuk padahal di Amerika Serikat, 7% APBN-nya berasal dari industri olahraga dan diharapkan masuknya Bali United di pasar modal bisa diikuti klub lainnya sehingga dampak luas industri olah raga bisa berkontribusi besar terhadap devisa negara.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini