Share

Gaet Milenial, Balai Latihan Kerja Rambah Jurusan Fashion Technology

Koran SINDO, Jurnalis · Rabu 27 Februari 2019 11:34 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 27 320 2023408 gaet-milenial-balai-latihan-kerja-rambah-jurusan-fashion-technology-er5mZV8aDx.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

SEMARANG – Balai Latihan Kerja (BLK) kini membuka jurusan kekinian yang dibutuhkan di era milenial. Salah satunya yakni jurusan fashion technology untuk menjawab kebutuhan industri di bidang fashion.

Kebijakan ini diterapkan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) dengan membuka pelatihan kerja kejuruan fashion technology yang berlokasi di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja Semarang (BBPLK Semarang).

“Di kejuruan fashion technology, siswa tidak hanya diajari membuat kreasi produk, tetapi juga cara memasarkannya sehingga mereka siap masuk dunia kerja atau berwirausaha,” kata Menteri Tenaga Kerja M Hanif Dhakiri saat meresmikan gedung sekaligus workshop studio kejuruan fashion technology di BBPLK Semarang, Jawa Tengah, kemarin.

 Baca Juga: Presiden Siapkan Rp1 Triliun Bangun 1.000 Balai Latihan Kerja

Dengan merombak jurusan menjahit menjadi fashion technology ini, BKL diharapkan menjadi lebih bergengsi dan mampu menarik generasi milenial. Dulunya, jurusan menjahit hanya menghasilkan lulusan pelatihan untuk menjadi penjahit dan operator mesin garmen.

Menaker beralasan bahwa pengembangan kejuruan fashion technology ini karena pihaknya tak ingin ada anak didik atau peserta pelatihan di BBPLK bekerja menjadi buruh selamanya. “Selama ini pelatihan menjahit itu dikesankan ndeso sehingga kami ingin keterampilan ini juga dikuasai generasi milenial,” tandasnya.

Studio fashion technology ini merupakan fasilitas untuk menunjang kejuruan fashion business management dan fashion technology yang di selenggarakan BBPLK. Fasilitas tersebut meliputi studio produksi, catwalk, business management fashion dan studio kreasi.

 Baca Juga: Penerima Program BLK Komunitas Kemnaker Melonjak Jadi 1.000 Pesantren

Hanif mengungkapkan, Kemenaker terinspirasi dari dua SMK di Kudus yang mampu mengembangkan jurusan teknologi informasi dan tata busana. Dia menjelaskan, pengembangan fashion technology dilakukan karena fashion menempati urutan ketiga di bawah kuliner dan kriya dari 16 sub sektor industri kreatif.

Sementara itu, ketika berkunjung ke SMK 9 Bandung Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy juga menyarankan untuk memulai digitalisasi di semua program studi SMK.

Hal ini penting dalam rangka menyongsong industri 4.0. Menurut Mendikbud, perancangan desain fashion selain menggambar secara manual dengan kertas dan pensil, juga perlu diajarkan menggambar grafis tiga dimensi memakai computer.

Dalam jangka panjang, Mendikbud mengharapkan semua SMK memiliki teaching factory yang dikembangkan bersama mitra dari dunia usaha dan dunia industri (DUDI). (Ahmad Antoni/Neneng Zubaidah)

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini