NEW YORK - Minyak berjangka naik sekitar 2% pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), setelah persediaan minyak mentah AS secara tak terduga anjlok dan Arab Saudi mengabaikan komentar-komentar dari Presiden AS Donald Trump yang berusaha menjaga harga minyak agar tidak naik.
Stok minyak mentah AS turun 8,6 juta barel pada pekan yang berakhir 22 Februari dari minggu sebelumnya, berbeda dengan ekspektasi untuk kenaikan 2,8 juta barel, data Badan Informasi Energi AS (EIA) menunjukkan.
Penurunan, yang menghentikan kenaikan lima minggu berturut-turut, adalah karena impor minyak mentah melambat ke rekor terendah 2,6 juta barel per hari setelah pemotongan produksi OPEC dan sanksi-sanksi Amerika Serikat terhadap Venezuela.
Baca Juga: OPEC Abaikan Trump, Harga Minyak Naik Tipis
Minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April naik USD1,44 atau 2,6% merupakan persentase kenaikan harian terbesar dalam hampir empat minggu, menjadi menetap pada USD56,94 per barel di New York Mercantile Exchange. Demikian seperti dikutip Antaranews, Jakarta, Kamis (28/2/2019).