nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wika Gedung Bukukan Pendapatan Rp5,82 Triliun

Jum'at 01 Maret 2019 13:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 01 278 2024427 wika-gedung-bukukan-pendapatan-rp5-82-triliun-k8iMUKRbpd.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA – Tahun 2018, PT Wika Gedung Tbk (WEGE) mencatatkan pertumbuhan pendapatan usaha dan laba bersih sebesar 49,61% dan 50,65%. Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin disebutkan, WEGE mencatatkan pendapatan usaha sepanjang 2018 sebesar Rp5,82 triliun yang mana angka tersebut tumbuh 49,61% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp3,89 triliun.

Adapun jasa konstruksi menjadi kontributor terbesar dengan mencatatkan pendapatan sebesar Rp5,45 triliun disusul dari segmen properti sebesar Rp368,44 miliar. Walaupun begitu, tercatat beban usaha WEGE juga meningkat signifikan dari tahun 2017 sebesar Rp3,43 triliun tumbuh 52,18% menjadi Rp5,22 triliun. Namun, pertumbuhan beban tersebut tak mempengaruhi bottom line perusahaan yang tetap mencatatkan pertumbuhan signifikan hingga 50,65%.

Baca Juga: Andalkan Proyek Pemerintah, WIKA Gedung Bidik Kontrak Rp22,78 Triliun

Adapun untuk pos laba bersih WEGE sepanjang tahun lalu tercatat sebesar Rp444,24 miliar, sedangkan pada periode yang sama laba bersih WEGE tercatat sebesar Rp294,87 miliar. Sebagai informasi, tahun ini WIKA Gedung menargetkan kontrak dihadapi atau order book sebesar Rp22,78 triliun, naik 37,4% dari target tahun 2018. Total kontrak dihadapi ini terdiri dari target kontrak baru tahun 2019 sebesar Rp11,98 triliun dan kontrak carry over tahun 2018 sebesar Rp10,80 triliun.

Kata Direktur Utama WEGE Nariman Prasetyo, komposisi perolehan kontrak baru tahun 2019 direncanakan berasal dari pemerintah 33%, BUMN 31% dan swasta 36%. WEGE memiliki pasar yang jelas dan independen karena porsi kontrak baru yang besar berasal dari eksternal, di luar dari proyek-proyek yang berasal dari PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) selaku induk usaha. “Tipe proyek yang disasar WEGE tahun 2019 terdiri dari office 24%, public facilities 30%, residential 35% sedangkan sisanya porsi komersial,” ujar Nariman.

grafik

WEGE menargetkan penjualan, termasuk KSO mencapai Rp7,73 triliun atau naik 31,46% dari target tahun 2018 sebesar Rp5,88 triliun. WEGE membidik laba bersih tahun ini mencapai Rp533 miliar atau naik 20,32% dari target tahun 2018 sebesar Rp443 miliar. Untuk pengembangan bisnis di tahun 2019, anak usaha WIKA ini menyiapkan belanja modal Rp1,13 triliun. WEGE akan menggunakan belanja modal ini untuk kebutuhan aset tetap, capital investment & acquisition serta pengembangan bisnis.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini