nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tiket Pesawat Mahal, Penumpang Pindah ke Angkutan Darat dan Laut

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 01 Maret 2019 14:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 01 320 2024460 tiket-pesawat-mahal-penumpang-pindah-ke-angkutan-darat-dan-laut-UmIEIZLAKg.jpeg Pesawat (Foto: Ilustrasi Okezone)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) melihat adanya peralihan penumpang domestik dari angkutan udara ke angkutan darat pada Januari 2019. Peralihan itu terjadi pasca para maskapai penerbangan memberlakukan bagasi berbayar dan kenaikan tarif tiket pesawat.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Yunita Rusanti menyatakan, pada Januari 2019 jumlah penumpang angkutan udara domestik sebanyak 6,7 juta orang. Realisasi ini mengalami penurunan 16,07% dibandingkan bulan sebelumnya yang sebanyak 7,3 juta.

Baca Juga: Tiket Pesawat Masih Mahal? Menhub: Saya Teliti Lagi

"Secara umum untuk angkutan udara selain karena musiman (low season), juga karena kenaikan bagasi dan penundaan penerbangan," kata Yunita di Gedung Pusat BPS, Jakarta, Jumat (1/3/2019).

Penurunan jumlah penumpang pun terjadi di Bandara Soekarno-Hatta sebesar 23,31%, Bandara Juanda Surabaya turun 12,74%, Bandara Ngurah Rai Bali turun 9,90%, dan Bandara Hasanuddin Makassar turun 6,55%.

Dia menyatakan, kebanyakan penumpang mulai beralih ke moda transportasi lain seperti kereta dan kapal laut, serta jalur darat via jalan tol. Selain karena kenaikan dari tarif transportasi udara, peralihan juga didorong adanya pembangunan jalan tol, terlebih kini Jalan Tol Jakarta-Surabaya sudah beroperasi.

 pesawat

"Sebetulnya secara umum ada peralihan. Dengan adanya tol. Tol langsung Jakarta-Surabaya membuka peluang penumpang beralih ke darat. Terus juga beralih ke kapal laut, kereta juga naik secara tahunan," jelas dia.

Seperti diketahui, beberapa maskapai penerbangan berbiaya rendah (low cost carrier/LCC) telah menerapkan tarif bagasi untuk rute domestik. Kebijakan itu pertama kali diterapkan oleh maskapai Lion Air dan kemudian diikuti Citilink Indonesia. Setelah itu, maskapai pun tarif tiket pesawat dengan alasan tingginya harga avtur.

(kmj)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini