nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Target Penyediaan Air Minum Meleset dari Target

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 01 Maret 2019 16:48 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 01 470 2024554 target-penyediaan-air-minum-meleset-dari-target-P3hpoDZbSm.jpg foto: Okezone

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat jumlah akses air minum yang diperoleh masyarakat mencapai 72% selama 2018. Angka tersebut dibawah target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Kementerian PUPR 2015-2019 yang menargetkan jumlah akses air minum sebesar 100%.

Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Danis Sumadilaga mengatakan, memang untuk pencapaian target air minum masih jauh dari target. Tentunya ini menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi pihaknya dalam mengejar target RPJMN tersebut.

"Air bersih dan sanitasi perlu kerja keras agar lebih dapat mengakumulasi investasi agar peningkatannya lebih signifikan," ujarnya, dalam acara diskusi di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Jumat (1/3/2019).

Baca Juga: Ada RUU Sumber Daya Air, Perusahaan Air Milik Negara Akan Ketiban Untung

Meskipun begitu, lanjut Dannis, memang sulit untuk mencapai target akses air bersih 100%. Sebab berdasarkan perkiraannya, hingga akhir 2019 jumlah akses air minum yang dapat tercapai yakni hanya 77%.

"Sampai 2018 sekitar 72%. Sampai tahun 2019 akses air bersih sekitar 77%. Itu itung prognosis kita. Kita masih punya 23% PR," jelasnya.

Menurut Danis, emang ada beberapa kesulitan untuk mengejar target tersebut. Salah satunya masalah dana, sebab untuk menyediakan akses membutuhkan prinsip 4K yakni kualitas, kuantitas, kontinuitas dan keterjangkauan.

"Bicara akses, air aman air ini disalurkan melalui jaringan perpipaan maupun non perpipaan. Perlu uang yang banyak," ucapnya.

Baca Juga: Pakai Skema KPBU, Penyediaan Air Bersih untuk Masyarakat Bisa Ditingkatkan

Oleh karena itu, pihaknya pun merevisi target 100% yang semula bisa beres pada 2019. Nantinya rencanan peyediaan air minum 100% itu akan masuk dalam RPJMN 2020-2024.

"PR kita mencapai 100% ini masih harus memenuhi 23% lagi. Kami menargetkan ini tercapai 5 tahun ke depan," kata Danis

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini