JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani kembali menegaskan bahwa pajak adalah instrumen yang sangat penting dalam membangun ekonomi Indonesia. Salah satu fungsi pajak menurutnya adalah menjadi tulang punggung dalam pembangunan Indonesia.
"Pajak adalah tulang punggung RI dalam mencapai cita-cita dan ini harus terus menerus disampaikan. Apapun yang masyarakat ingin tanyakan, kami akan semangat dalam menjelaskan," kata Sri Mulyani di Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Minggu (3/3/2019).
Baca Juga: Aksi Sri Mulyani Senam di Tengah Guyuran Hujan
Dia menambahkan, pajak juga bisa membantu masyarakat Indonesia yang miskin atau membantu generasi muda untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi.
"Kita bisa bantu keluarga miskin dengan PKH, membantu mereka untuk sekolah setinggi-tingginya melalui beasiswa, membantu memberantas stunting, itu semua dengan uang pajak kita," katanya.
Seperti yang diberitakan Okezone, Pemerintah menargetkan penerimaan pajak dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 sebesar Rp1.577,6 triliun. Direktur Jenderal Pajak Robert Pakpahan menyatakan, target itu meningkat 20,1% dari realisasi penerimaan pajak di tahun 2018.
Baca Juga: Kejar Rp1.557 Triliiun, Dirjen Pajak: Cukup Menantang
Adapun sepanjang 2018, Ditjen Pajak mengumpulkan penerimaan sebanyak Rp1.315,93 triliun. Angka tersebut memang tak memenuhi target dalam APBN 2018 yakni mencapai 92,41% dari target sebesar Rp1.424 triliun.
"(Target penerimaan pajak tahun ini) cukup menantang mengingat pertumbuhan ekonomi ditargetkan 5,3% dan inflasi 3,5%, tetapi kami upayakan yang terbaik," kata di Gedung Bursa Efek Indonesia. (Sindonews)
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.