nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Presiden Jokowi Ingin Sertifikasi Halal Pedagang Bakso Cs Digratiskan

Minggu 03 Maret 2019 17:07 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 03 320 2025241 presiden-jokowi-ingin-sertifikasi-halal-pedagang-bakso-cs-digratiskan-KGT0wVk6xm.jpg Foto: Jokowi (Antara)

CIKARANG - Presiden Joko Widodo berharap beban sertifikasi halal untuk pengusaha mikro seperti pedagang bakso, mi ayam dan lainnya diberikan secara gratis.

"Saya harap yang kecil-kecil ini kalau bisa tidak dipungut apa-apa, langsung diberi, dicek diberi, cek beri. Biar semuanya clear," kata Presiden Jokowi usai Gebyar Bakso Merah Putih Indonesia Bersatu di Lapangan Deltamas, Desa Hegarmukti Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, seperti dikutip Antaranews, Minggu (3/3/2019).

Presiden Jokowi mengakui para pengusaha mikro sudah meminta lembaga berwenang menyertifikasi produk-produk mereka.

"Pedagang-pedagang kecil yang lainnya, yang gerobakan itu mereka juga minta sertifikasi halal," kata Presiden Jokowi.

 Baca Juga: Jalan Pagi di Kendari, Jokowi Traktir Warga Makan Bakso dan Siomai

Sementara itu mengenai Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Jaminan Produk Halal, Jokowi mengatakan hingga saat ini masih dalam pembahasan.

"Ini masih dalam proses, karena ini menyangkut usaha mikro usaha kecil yang banyak sekali, usaha usaha rumah tangga, banyak sekali di kampung kampung atau desa," katanya.

Jokowi berharap setelah lolos menjadi PP, tidak ada masalah masalah di lapangan sehingga perlu pembahasan mendetail.

 Baca Juga: Soal Wisata Halal di Bali, Menpar Arief Yahya: Tak Perlu!

Ketika ditanya berapa lama idealnya waktu sertifikasi untuk pengusaha mikro, Jokowi mengatakan idealnya sehari selesai.

"Ya mintanya itu, masa izin berminggu minggu, berbulan bulan, apaan itu," kata Jokowi.

Sebelumnya Sekjen Paguyuban Pedagang Mi dan Bakso (Papmiso) Indonesia BambanG Hatyanto berharap ada setifikasi jaminan halal untuk produk mereka.

"Isu ini sangat sensitif, begitu muncul isu ini kami sangat dirugikan," katanya.

Dia menyebutkan ketika muncul isu itu maka omzet bisa anjlok hingga tinggal sekitar 50% saja.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini