JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan jika pengusaha menjadi salah satu faktor pendongkrak ekonomi Indonesia. Sebab tanpa adanya pengusaha ekonomi Indonesia tidak akan jalan.
Sementara itu ada pemandangan baru di Jalan Sudirman Jakarta. Pasalnya, Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) ini disulap oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadi sangat indah.
Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mengumumkan komitmen bersama dengan para anggotanya untuk memberlakukan kebijakan Kantong Plastik Tidak Gratis (KPTG). Sebab, mulai hari ini warga Jakarta diharuskan membeli kantong plastik seharga Rp200 saat berbelanja di ritel-ritel modern.
Ketiga berita tersebut merupakan berita-berita populer selama akhir pekan kemarin di kanal Okezone Finance. Berikut berita selengkapnya:
Sri Mulyani: Ekonomi Indonesia Tidak Akan Maju jika Tak Ada Pengusaha

Menteri Keuangan Sri Mulyani hari ini menghadiri acara Diklatda Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Provinsi DKI Jakarta atau Hipmi Jaya di Hotel Ritz Carlton Jakarta.
Dalam sambutannya, Sri Mulyani mengatakan bahwa Hipmi ini adalah suatu mandat yang sangat penting. Karena sebagai pengusaha muda yang sebagian sangat besar atau bahkan semuanya mungkin memulai kariernya. Dan kemudian masuk di dalam Hipmi sebagai suatu pengusaha awal di dalam kehidupannya.
"Hipmi ini merupakan suatu generasi penerus bagi pengusaha-pengusaha di Indonesia," ujarnya, Rabu (27/2/2019).
Dirinya menganggap bahwa komunitas seperti pengusaha muda ini adalah komunitas yang sangat sangat penting. Pasalnya mereka menggambarkan mengenai masa depan Indonesia.
"Jadi, masa depan kita ada di seluruh pengusaha muda terutama yang hari ini ikut Diklat. Di mana negara Indonesia ini tidak mungkin maju ekonominya tanpa ada pengusaha-pengusaha yang maju," katanya.
Maka itu, lanjut dia, kegiatan ini suatu keharusan di dukung semua pihak, sebab Hipmi adalah pemegang estafet dari keberlanjutan cita-cita Indonesia untuk selalu menjaga kedaulatan, kedamaian, persatuan kemerdekaan di dalam rangka untuk mewujudkan negara bangsa yang adil dan makmur.
"Ini adalah suatu cita-cita yang setiap generasi terus-menerus dititipkan dan diteruskan," katanya.