nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pengusaha Langsung Bergegas Ambil Untung Kesepakatan IA-CEPA

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Senin 04 Maret 2019 17:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 04 320 2025665 pengusaha-langsung-bergegas-ambil-untung-kesepakatan-ia-cepa-km7V0FGzif.jpg Ketua Umum Kadin Rosan Roeslani (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai penandatangan Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) sangat penting guna mendorong potensi ekonomi Indonesia. Melalui perjanjian kerjasama bilateral ini, optimistis bakal mendongkrok volume perdagangan antara Indonesia dan Australia.

Ketua Kadin Indonesia Rosan Roeslani menyatakan, dengan perjanjian perdagangan bebas IA-CEPA total volume perdagangan Indonesia-Australia dapat tumbuh mencapai 19% per tahun.

"Perdagangan kita dengan Australia itu saat ini USD8,6 miliar. Diharapkan dengan penandatanganan ini peningkatannya 17% hingga 19% per tahun," kata Rosan saat ditemui di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Senin (4/3/2019).

 Baca Juga: IA-CEPA Diteken, Tarif Impor Gula Rafinasi dari Australia Turun

Sekadar diketahui, berdasarkan data Kementerian Perdagangan (Kemendag) total perdagangan bilateral antara Indonesia dan Australia tercatat USD8,6 miliar pada tahun 2018. Ekspor utama Indonesia ke Australia termasuk minyak bumi, fumiture, ban, panel layar, dan alas kaki, sedangkan impor utama Indonesia dari Australia meliputi gandum, minyak bumi, ternak hidup, batu bara, dan gula mentah.

Disisi investasi, lanjut Rosan, diharapkan juga mengalami peningkatan ke berbagai sektor lainnya, bukan hanya di sektor pertambangan dan keuangan saja. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat total investasi dari Australia ke Indonesia pada tahun 2018 mencapai USD597 juta.

"Diharapkan itu juga ada peningkatan tidak hanya di mining atau financial banking saja. Salah satunya education dan health care," ujar dia.

 Baca Juga: Wapres JK Minta Australia Tingkatkan Investasi di Layanan Kesehatan

Adapun salah satu perjanjian perdagangan yakni memberikan kemudahan akses pasar antar kedua negara dengan pembebasan tarif bea masuk menjadi 0%. Di mana seluruh komoditas Indonesia ke Negara Kangguru itu dikenakan bea masuk 0%, sedangkan sebanyak 94% komoditas Australia ke Indonesia yang mendapatkan tarif bea 0%.

Rosan menilai, dengan pembebasan tarif bea masuk tersebut produk asal Indonesia akan semakin kompetitif di Australia. Oleh karena itu, dirinya meyakini volume perdagangan antar kedua negara ini dapat tumbuh secara signifikan.

"Karena penurunan tarif akan membuat barang kita bisa bersaing di Australia. Kita akan lakukan sosialisasi kebijakan ini baik di Jakarta maupun di daerah-daerah, agar pengusaha tahu manfaat dari IA-CEPA ini sehingga mereka bisa tingkatkan ekspor ke sana," katanya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini