Kurangi Impor, Ini Harga Gas Bumi yang Lebih Murah dari LPG

Taufik Fajar, Jurnalis · Selasa 05 Maret 2019 16:31 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 05 320 2026131 kurangi-impor-ini-harga-gas-bumi-yang-lebih-murah-dari-lpg-TGWHDd778w.jpg Foto: Taufik Okezone

JAKARTA - Pemerintah telah melakukan pembangunan infrastruktur jaringan gas (gargas) agar ketersediaan energi dapat diakses oleh masyarakat kecil dan mendukung program diversifikasi energi dalam rangka mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar bersubsidi APBN seperti BBM dan LPG 3 kg.

Anggota Komite BPH Migas Jugi Prajogio mengatakan pembangunan infrastruktur Jargas ini, salah satu keseriusan pemerintah untuk pemenuhan kebutuhan energi final sektor rumah tangga sesuai dengan membangun jaringan gas kota bagi 4,7 juta sambungan Rumah Tangga (SR) pada tahun 2025.

"Hingga akhir tahun 2018 ini pembangunan jargas telah mencapai 325.773 SR yang tersebar di 45 wilayah Kabupaten/Kota," ujarnya di kantor BPH Migas Jakarta, Selasa (5/3/2019).

 Baca Juga: Indonesia Miliki Cadangan Gas Alam Cair 135,55 TSCF

Dia menjelaskan, BPH Migas memiliki fungsi sebagai pelaksanaan pengangkutan gas bumi melalui pipa meliputi menetapkan harga gas bumi untuk Rumah Tangga (RT) dan Pelanggan Kecil (PK) dengan mempertimbangkan nilai keekonomian dari badan usaha serta kemampuan dan daya beli masyarakat.

Untuk itu, BPH Migas menetapkan harga jual gas bumi melalui pipa jaringan gas (jargas) untuk 7 kabupaten/kota yang lebih rendah dibanding harga LPG tabung di pasaran.

"Penetapan harga jual gas bumi yang diberlakukan pada jargas melalui pipa yang dibangun dengan pembiayaan APBN maupun investasi dari badan usaha sendiri dan dikelola badan usaha operator penugasan dari Pemerintah," tuturnya.

Dia menambahkan ada beberapa kategori harga jual gas bumi konsumen Rumah Tangga (RT) dan Pelanggan Kecil (PK). Seperti Rumah Tangga 1 (RT-1) meliputi Rumah Susun, Rumah Sederhana Rumah Sangat Sederhana dan sejenisnya, harga Rp4.250 per meter kubik.

"Kedua Rumah Tangga 2 (RT-2) meliputi rumah menengah ke atas. rumah mewah. Apartemen dan sejenisnya, sebesar Rp6.250 per meter kubik," katanya.

 Baca Juga: Intip 3 Skenario Ketersediaan Gas Bumi di Indonesia

Ketiga, lanjut dia, Pelanggan Kecil 1 (PK-1) meliputi RS pemerintah, puskesmas, panti asuhan, tempat ibadah. Lembaga pendidikan pemerintah, lembaga, keagamaan, kantor pemerintah, lembaga sosial dan sejenisnya sebesar Rp4.250/M3.

"Keempat Pelanggan Kecil 2 (PK-2) meliputi hotel, restoran atau rumah makan, rumah sakit, ewasta. perkantoran swasta. Lembaga pendidikan swasta, pertokoaan atau Mall dan kegiatan komersial sejenisnya, Rp6.250/M3," katanya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini