Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

7 Bandara di Beberapa Daerah Indonesia Punya Fasilitas Kelas Dunia

Koran SINDO , Jurnalis-Sabtu, 09 Maret 2019 |13:20 WIB
7 Bandara di Beberapa Daerah Indonesia Punya Fasilitas Kelas Dunia
Ilustrasi: Foto Koran Sindo
A
A
A

Menurut Budi Karya, penghargaan tersebut menunjukkan kinerja pemerintah yang baik di sektor transportasi udara dalam memberikan layanan kepada para pengguna bandara. “Tentu kita apresiasi. Ini menunjukkan pembangunan infrastruktur udara selama ini sudah ditunjang dengan pelayanan maksimal para pengelolanya,” ungkapnya.

Namun begitu, Budi juga meminta kepada pengelola bandara untuk terus memacu diri memberikan inovasi layanan yang efektif kepada para penggunanya. “Saya harap kita tidak berhenti di sini. Kita terus berkoordinasi bersama stakeholder transportasi untuk selalu memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.

Maskapai, navigasi, logistik udara, dan semua pemangku kepentingan sektor udara, kita koordinasi memberikan yang lebih baik kepada pengguna atau penumpang bandara,” pungkasnya. Sementara itu, Presiden Direktur AP II Muhammad Awaluddin mengatakan bahwa kesuksesan enam bandara kelolaannya mendapat penghargaan ACI merupakan bentuk keberhasilan perseroan melakukan berbagai transformasi pelayanan.

“Transformasi pelayanan oleh AP II diakui oleh ACI merupakan perwakilan satu-satunya dari bandara-bandara seluruh dunia. Kami bangga dapat membawa industri ke bandar udaraan nasional lebih tinggi lagi di tingkat global,” ungkap Awaluddin.

Dia menegaskan akan terus berkomitmen melakukan pembenahan transformasi demi kepuasan pelanggan di bandara-bandara utama dengan menghadirkan MillenialAirportTravel Experience. Hal yang sama diungkapkan Direktur Utama API Faik Fahmi.

Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan bukti nyata dan kerja keras API dalam meningkatkan pelayanan kepada para pengguna jasabandara. “Penghargaan ASQ Awards merupakan capaian bandara kelas dunia dalam memberikan pengalaman terbaik kepada pelanggannya.

Ini sebuah bentuk pengakuan dan untuk selanjutnya terus memberikan pelayanan terbaik kepada pengguna bandara,” ungkapnya.

Diketahui, enam bandara di bawah kendaliAP II yang mendapat penghargaan adalah Bandara Sultan Thaha (Jambi), Depati Amir (Pangkal Pinang), Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang), Sultan Syarif Kasim II (PekanBaru), Silangit (Siborongborong), serta Bandara Raja Haji Fisabilillah (Tan jung Pinang).

Adapun satu bandara kelolaan AP I yang mendapat penghargaan adalah Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan.

Pengamat penerbangan Alvin Lie mengatakan saat ini pembangunan bandara gencar di lakukan pemerintah dan pengelola bandara melalui Angkasa Pura. Menurutnya, tujuh bandara yang mendapatkan penghargaan dari ACI tersebut hanya sebagian kecil dari ratusan bandara yang ada di Indonesia.

“Kalau saya melihat masih banyak tantangan ke depan. Ini hanya sebagian kecil dari bandara-bandara yang ada di Indonesia. Setidaknya pengelolaan tujuh bandara ini sudah diakui dunia, sekarang tantangannya bagaimana bandara lain yang ada mengikuti standar penilaian yang sama,” kata Alvin.

Dia menambahkan, pemenuhan standar bandara di Indonesia akan secara bertahap dipenuhi apabila didukung kualitas layanan yang memadai.

Menurutnya, tantangan pengelolaan bandara ke depan ada pada perencanaan yang matang dengan mengantisipasi pertumbuhan jumlah penumpang dari tahun ke tahun. “Bandara itu akan selalu dinamis sesuai dengan kebutuhan jumlah penumpang.

Kalau ini matang di perencanaan, saya kira tinggal menyesuaikan karak ter atau kebutuhan penumpangnya yang harus bisa dijawab oleh pengelola bandara,” pungkasnya.

34 Indikator Penilaian

Penghargaan ASQ Awards akan dilaksanakan pada ACI Customer Experience Global Summit yang dilaksanakan di Bali pada September mendatang. “ACI ASQ merupakan program yang memberikan penghargaan objektif dan menjadi benchmarking bagi bandara untuk meningkatkan performanya,” ujar Gittens.

ASQ Awards merupakan program penghargaan dengan penilaian berdasarkan 34 indikator kunci. Tiga perempat dari 100 bandara tersibuk di dunia masuk dalam bagian ASQ. Selama 2018 lalu, separuh dari 8,3 juta pelancong di seluruh dunia menggunakan bandara yang masuk dalam ACI. ACI merupakan asosiasi perdagangan bandara di dunia yang didirikan pada 1991 dengan tujuan meningkatkan kerja sama di antara pengelola bandara.

Mereka juga ingin meningkatkan kerja sama dengan mitra asosiasi penerbangan dunia lain, seperti International Civil Aviation Organization, International Air Transport Association, dan Civil Air Navigation Services Organization. Hingga Januari 2019, ACI memiliki 646 anggota yang mengoperasikan 1.960 bandara di 176 negara.

(Feby Novalius)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement