nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Presiden Resmikan Tol Terpanjang hingga Perundingan IA-CEPA Diteken

Feby Novalius, Jurnalis · Senin 11 Maret 2019 09:46 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 10 320 2028097 presiden-resmikan-tol-terpanjang-hingga-perundingan-ia-cepa-diteken-urthxFgxpN.jpg Presiden Jokowi (Foto: Setkab)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo meresmikan jalan tol terpanjang yang menghubungkan Bakauheni-Terbanggi Besar (Segmen SS Bakauheni - SS Lematang dan Segmen SS Kotabaru-Terbanggi Besar) untuk menggerakkan perekonomian daerah.

Sementara itu, pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla memiliki program sejuta rumah untuk menyediakan hunian kepada masyarakat. Program ini pun sukses sebab pada Desember lalu baru saja pecah telur karena pemerintah berhasil membangun 1,07 juta rumah khusus Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Di sisi lain, Indonesia dan Australia resmi menandatangani perjanjian kerjasama ekonomi atau Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) pada hari ini.

Ketiga berita tersebut merupakan berita-berita populer selama akhir pekan kemarin di kanal Okezone Finance. Berikut berita selengkapnya:

Resmikan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar, Presiden Jokowi: Ini Tol Terpanjang

Presiden Joko Widodo meresmikan jalan tol terpanjang yang menghubungkan Bakauheni-Terbanggi Besar (Segmen SS Bakauheni - SS Lematang dan Segmen SS Kotabaru-Terbanggi Besar) untuk menggerakkan perekonomian daerah.

"Iya tol terpanjang yang pernah kami resmikan karena memang ini panjang sekali sampai Terbanggi Besar," kata Presiden Jokowi usai peresmian di gerbang tol Natar, Lampung Selatan, dilansir dari Antara, Jumat (8/3/2019).

Baca Juga: Resmi Beroperasi, Tol Bakauheni-Terbanggi Besar Gratis Selama Satu Bulan

Menurut Presiden, pada Juni 2019 diharapkan telah terbangun hingga ke Palembang, Sumatera Selatan, dengan total panjang sekitar 350 kilometer. Presiden menjelaskan pembangunan jalan tol itu diharapkan dapat memicu investasi yang berkaitan dengan jalan tol.

"Ini yang kita koneksikan misalnya seperti di Lampung, pak Gubernur merancang ada Kawasan Ekonomi Khusus yang menarik, yang memberikan kecepatan, memberikan fasilitas-fasilitas kepada investor sehingga tertarik masuk ke sini dan membuka lapangan pekerjaan," ujar mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Kondisi jalan di jalan tol Bakauheni-Terbanggi Besar dilapisi beton. Sejumlah rambu lalu lintas dan lampu penerangan jalan pun telah terpasang di beberapa titik.

Pemandangan di sisi jalan tol tersebut yakni perkebunan dan persawahan hijau.

Dengan tol itu, masyarakat dapat menempuh rute dari Bakauheni ke Terbanggi Besar maupun sebaliknya selama sekitar 90 menit dalam kondisi lancar.

jkw

Jika menggunakan jalan nasional, masyarakat biasanya membutuhkan waktu selama 4-5 jam untuk menempuh rute itu.

Selain jalan tol, Presiden Jokowi juga meresmikan terminal dan dermaga eksekutif Merak dan Bakauheni.

Sejumlah pejabat yang turut dalam peresmian itu yakni Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Djalil, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung, serta Gubernur Lampung Ridho Ficardo.

Jokowi Punya Program 1 Juta Rumah, Prabowo Bakal Bangun 3 Juta Rumah

Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla memiliki program sejuta rumah untuk menyediakan hunian kepada masyarakat. Program ini pun sukses sebab pada Desember lalu baru saja pecah telur karena pemerintah berhasil membangun 1,07 juta rumah khusus Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Tak ingin kalah, Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi Suhendra Ratu Prawiranegara mengatakan, pihaknya tengah menyiapkan program tandingan dari sejuta rumah miliki pemerintahan Jokowi-JK dengan menyediakan 2-3 juta unit rumah MBR setiap tahunnya. Sebab menurutnya, satu juta rumah tidak cukup untuk mengatasi masalah hunian.

"Nanti kami akan lebih, kami menargetkan 2-3 juta unit rumah," ujarnya dalam sebuah diskusi di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (5/3/2019).

Menurutnya, angka backlog (masyarakat yang tidak memiliki hunian) masih sangat tinggi. Berdasarkan data yang dimiliki, pada 2020 mendatang angka backlog mencapai 20 juta dengan asumsi pertambahan backlog mencapai 930 ribu unit sietiap tahunnya.

Baca Juga: PUPR Tawarkan Proyek KPBU Sektor Perumahan, Berminat?

"Jadi diperkirakan akan mengalami backlog sebanyak 20 juta rumah pada tahun 2020. Bagaimana titik krusial perumahan rakyat ini harus hadir," katanya.

Dalam menyediakan rumah sebanyak 3 juta per tahunnya lanjut Suhendra, pihaknya memiliki treatment sendiri dalam menjalankannya. Meskipun begitu, dirinya tidak menyebutkan secara lengkap bagaiman treatment yang dimaksud tersebut seperti apa.

"Backlog perumahan itu termasuk sangat besar. Program Sejuta Rumah sekarang itu kan hanya sebatas jargon, kami punya treatment lain," katanya.

Selain menyediakan rumah sebanyak 3 juta per tahunnya, pihaknya juga akan menyiapkan terobosan dari sisi pembiayaannya. Suhendra mencontohkan terobosan yang dimaksud adalah seperti program uang muka (Down Payment/DP) O%.

rumah

Seperti diketahui, saat menjadi calon Wakil Gubernur DKI Jakarta sendiri, Sandiaga Uno sempat berjanji untuk menyediakan hunian dengan DP 0%. Namun hingga saat ini program DP 0% belum berjalan realisasinya.

Ditambah lagi, program DP 0% tersebut ternyata tidak mengakomodir masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Sebab mereka yang bisa membeli rumah ini harus memiliki penghasilan sebesar Rp7 juta per bulannya.

"Bang Sandi menjadi Wagub sudah ada program DP 0%, solusinya kan sudah jelas. Sudah ada pengalaman," katanya.

Setelah 9 Tahun Dirundingkan, Indonesia-Australia Teken IA-CEPA

Penandatangan IA-CEPA dilakukan langsung oleh Menteri Perdagangan Republik Indonesia (RI) Enggartiasto Lukita dan Menteri Perdagangan, Pariwisata, dan Investasi Australia Simon Birmingham, yang disaksikan langsung oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK).

Perjanjian ini sudah lama dinanti, pasalnya perundingan memakan waktu hampir satu dekade. Negosiasi pertama kali dimulai pada akhir 2010 dan ditunda pada November 2013 hingga akhirnya diaktifkan kembali pada Maret 2016.

Setelah menyelesaikan 12 putaran negosiasi, dan sejumlah pertemuan dengan Kepala Negosiator, akhirnya telah diselesaikan pada 31 Agustus 2018. Namun, penandatanganan kesepakatan terus tertunda hingga akhirnya terlaksana pada hari ini.

"Setelah sembilan tahun negosiasi, akhirnya kedua negara sudah sepakat. Terima kasih pada semua pihak, karena dengan adanya penandatanganan ini kedua negara bisa tumbuh bersama," ujar Enggar dalam dalam acara penandatanganan perjanjian dagang IA-CEPA di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Senin (4/3/2019).

kerjasama

Enggar menyatakan, penandatanganan perjanjian ini mencerminkan tingkat keterlibatan yang lebih dalam dalam hubungan ekonomi antara Australia dan Indonesia yang telah lama terjalin. Perjanjian ini bertujuan untuk kemitraan ekonomi yang lebih komprehensif, berkualitas tinggi dan saling menguntungkan antara Indonesia dan Australia yang mencakup perdagangan barang, jasa, elektronik, investasi, kerja sama ekonomi, persaingan, dan ketentuan hukum.

"Dalam perdagangan barang mencakup langkah-langkah non-tarif, aturan asal, prosedur bea cukai, fasilitasi perdagangan, sanitasi dan phytosanitaxy, dan hambatan teknis untuk perdagangan. Pada perdagangan jasa di antaranya mencakup layanan profesional, layanan keuangan, layanan telekomunikasi," katanya.

Dia menjelaskan, total perdagangan bilateral antara Indonesia dan Australia tercatat USD8,6 miliar pada tahun 2018. Ekspor utama Indonesia ke Australia termasuk minyak bumi, fumiture, ban, panel layar, dan alas kaki, sedangkan impor utama Indonesia dari Australia meliputi gandum, minyak bumi , ternak hidup, batubara, dan gula mentah. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) juga mencatat total investasi dari Australia ke Indonesia pada tahun 2018 mencapai USD597 juta.

"Angka-angka ini diperkirakan akan meningkat begitu Perjanjian mulai berlaku," katanya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini