nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

OECD Pangkas Proyeksi Ekonomi Global, Begini Respon Menko Darmin

Senin 11 Maret 2019 15:48 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 11 20 2028470 oecd-pangkas-proyeksi-ekonomi-global-begini-respon-menko-darmin-YUPRn63TBx.jpg Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan tetap optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2019 akan mencapai target, kendati Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) menurunkan proyeksi ekonomi global.

Menurut dia, selain konsumsi, pertumbuhan ekonomi domestik tahun ini akan didorong oleh investasi terutama pembangunan proyek-proyek infrastruktur yang sudah dimulai dan akan berjalan.

Baca Juga: OECD Revisi Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global 2017 Jadi 3,6%

"Beda dengan kalau belum ada investasinya, boleh jadi akan terpengaruh. Tapi, karena ini hanya melanjutkan, ya pertumbuhan ekonomi kita tidak akan beda banyak dengan perkiraan walaupun pertumbuhan ekonomi dunia melambat," ujar Darmin usai menghadiri seminar Smart Country Initiatives & E-government Experiences Sharing, dikutip dari Antaranews, di Jakarta, Senin (11/3/2019).

Dia menuturkan, selain konsumsi dan investasi, pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan kinerja ekspor kendati saat ini sangat terpengaruh oleh sentimen perang dagang Amerika Serikat dan China.

"Ekspor kita itu sangat dipengaruhi perang dagang. Ekspor kita itu nomor satu ke China, kedua ke AS. Dua-duanya sedang mengalami perlambatan karena perang dagang, dampaknya ke kita pada ekspor," kata Darmin.

Baca Juga: Hasil Survei OECD Menunjukan Ekonomi RI Positif, Ini Kata Sri Mulyani

Sebelumnya, OECD memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global pada 2019 ini dari 3,5% menjadi 3,3%.

Pemerintah dalam UU APBN 2019 menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,3% atau lebih tinggi dibandingkan realisasi pertumbuhan ekonomi tahun lalu, yang berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tumbuh 5,17%.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini