nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Uni Eropa Tolak Sawit Indonesia, Menko Darmin Ambil Tindakan Tegas

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 15 Maret 2019 16:43 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 15 320 2030501 uni-eropa-tolak-sawit-indonesia-menko-darmin-ambil-tindakan-tegas-DJZj7oiVfa.jpg Ilustrasi: Foto Antara

JAKARTA - Negara-negara Uni Eropa saat ini sedang menyusun kebijakan mengenai kebijakan arahan energi terbarukan (Renewable Energy Directive II/ RED II). Di mana RED II menginginkan Uni Eropa menargetkan pemakaian energi terbarukan di UE mencapai 32% pada 2030.

Kebijakan tersebut, nantinya bisa merugikan Indonesia dalam hal ekspor produk minyak sawit (crude palm oil/CPO) ke Uni Eropa.

Dengan adanya hal tersebut, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, Komisi Eropa itu baru satu tahap. Sebab, sebelum keputusan diketok, harus melewati Parlemen Eropa dan Dewan Eropa.

"Jadi mereka masih perlu waktu dua bulan untuk ke Parlemen Eropa. Tapi tentu ini sudah warning yang serius untuk kita pertimbangkan dan memang kita dengan Malaysia itu sudah sepakat akan ke Eropa nanti awal minggu kedua April, sebelum dia mengambil keputusan di parlemen ya," ujarnya di Jakarta, Jumat (15/3/2019).

 Baca Juga: Rencana Larangan CPO Uni Eropa Tekan Ekspor Indonesia

Darmin menambahkan, langkah Komisi Eropa ini sudah sedemikian jauh. Untuk itu pihaknya membuka peluang untuk membawa permasalahan ini ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) jika kebijakan RED II disahkan.

"Kita tahu mereka itu diskriminatif, tapi kita belum bisa membawanya ke WTO, karena belum ada langkah konkret. Bagaimana menggugat orang itu baru maksud aja kok. Nah mesti kita mempelajari apakah dengan komisi walaupun belum disahkan di parlemen, itu udah bisa belum, udah cocok belum waktunya dibawa ke WTO," katanya.

 Baca Juga: Uni Eropa Larang CPO Indonesia, Menko Luhut ke Polandia Pekan Depan

Artinya, tutur dia, Pemerintah akan mengambil langkah-langkah yang lebih keras. Di mana Pemerintah sudah tidak punya pilihan sekarang.

"Kita sudah mencoba berunding menjelaskan lobi tapi kelihatannya ini mereka jalan aja terus, tak apa-apa kita juga ngambil langkah yang baru aja," ujarnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini