nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perang Dagang Rugikan Ekonomi Amerika Rp109,2 Triliun

Minggu 17 Maret 2019 20:04 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 17 20 2031263 perang-dagang-rugikan-ekonomi-amerika-rp109-2-triliun-HsrzUmbgip.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

WASHINGTON - Kebijakan perang perdagangan Presiden Donald Trump merugikan ekonomi Amerika Serikat sebesar USD7,8 miliar atau sekira Rp109,2 triliun (kurs Rp14.000 per USD) dalam produk domestik bruto (PDB) pada tahun 2018, tulis sebuah studi tim ekonom dari universitas-universitas terkemuka AS yang diterbitkan minggu ini.

Penulis makalah mengatakan mereka menganalisis dampak jangka pendek dari tindakan Trump dan menemukan bahwa impor dari negara-negara sasaran menurun 31,5% sementara ekspor AS yang ditargetkan turun sebesar 11%. Mereka juga menemukan bahwa kerugian konsumen dan produsen secara tahunan dari biaya impor yang lebih tinggi mencapai USD68,8 miliar.

"Setelah memperhitungkan pendapatan tarif yang lebih tinggi dan keuntungan bagi produsen dalam negeri dari harga yang lebih tinggi, kerugian kesejahteraan secara agregat mencapai USD7,8 miliar atau 0,04% dari PDB," kata para peneliti seperti dikutip Antaranews, Jakarta, Minggu (17/3/2019).

 Baca Juga: China Akan Beli Produk AS Senilai USD1,2 Triliun, Perang Dagang Berakhir?

Studi ini ditulis oleh tim ekonom di Universitas California Berkeley, Universitas Columbia, Universitas Yale dan Universitas California di Los Angeles (UCLA) dan diterbitkan oleh Biro Riset Ekonomi Nasional.

Setelah menjuluki dirinya sendiri sebagai "the tariff man," Trump berjanji pada saat kampanye dan sebagai presiden akan mengurangi defisit perdagangan dengan menutup impor yang tidak adil dan menegosiasikan kembali perjanjian perdagangan bebas.

Trump telah mengejar agenda perdagangan proteksionis untuk melindungi manufaktur AS. Washington dan Beijing telah terkunci dalam pertempuran tarif saling balas selama beberapa bulan, karena memaksakan tarif unilateral untuk berperang, dan Trump telah memberlakukan tarif yang telah mengguncang Uni Eropa dan mitra dagang utama lainnya.

 Baca Juga: Menanti Hasil Akhir Perang Dagang AS-China

Para penulis mengatakan sementara tarif-tarif AS menyukai sektor-sektor yang terletak di negara-negara kompetitif secara politis, tarif-tarif pembalasan yang dikenakan pada barang-barang AS telah mengimbangi keuntungan bidang-bidang ini.

"Kami menemukan bahwa pekerja-pekerja sektor yang dapat diperdagangkan di wilayah-wilayah Republik yang paling parah terkena dampak perang perdagangan," kata para peneliti.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini