Sedangkan laba tercatat senilai Rp2,43 triliun pada 2018 atau mengalami pertumbuhan 9,9% ketimbang realisasi tahun 2017 senilai Rp2,21 triliun. “Angka Ebitda pada 2018 meningkat menjadi Rp4,17 triliun dari Rp4,03 triliun pada tahun sebelumnya. Secara keseluruhan total aset meningkat menjadi Rp51,43 triliun dari Rp47,22 triliun,” ucap Elvyn. Dari sisi operasional, Pelindo II melayani 7,64 juta twenty foot equivalent units (TEUs) petikemas pada 2018. Angka itu merupakan pencapaian Pelindo II yang tertinggi dalam kurun waktu 25 tahun terakhir dan mengalami pertumbuhan 10,24% dibanding kan realisasi tahun sebelumnya sebesar 6,92 juta TEUs.

Plt Direktur Komersial Pelindo II Dani Rusli mengatakan, penetrasi digital bukan hanya dalam konteks pelayanan di terminal, tapi melingkupi seluruh kegiatan pelabuhan secara korporasi, baik dari sisi laut maupun darat. Sedangkan dari sisi laut, IPC akan menyiapkan marine operation system (MOS), vessel management system (VMS), dan vessel traffic system (VTS) untuk memantau pergerakan kapal sejak mereka berangkat dari pelabuhan awal sampai tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Adapun dari sisi darat, Pelindo II telah memiliki terminal operating system (TOS) dan nonpeti kemas terminal operating system (NPKTOS) serta auto tally untuk perhitungan kontainer.
“Penerapan digitalisasi berbagai sisi di pelabuhan menjadi fokus utama dua tahun terakhir. Standarisasi pelayanan berbasis digital di sisi darat dan laut diimplementasikan dan dioptimalkan secara menyeluruh mulai saat barang dikirimkan kepelabuhan sampai kemudahan pembayaran serta tracking dan tracing barang,” kata Dani.
(Ichsan Amin)
(Kurniasih Miftakhul Jannah)