Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ingin Jadi Negara Maju, Indonesia Harus Terlepas dari Ekspor Barang Mentah

Giri Hartomo , Jurnalis-Rabu, 20 Maret 2019 |12:32 WIB
Ingin Jadi Negara Maju, Indonesia Harus Terlepas dari Ekspor Barang Mentah
Ilustrasi: Foto Koran Sindo
A
A
A

JAKARTA - Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza mengatakan, Indonesia sangat berpeluang menjadi negara maju. Meskipun pendapatan per kapita Indonesia masih di bawah USD4.000.

Salah satu syaratnya jadikan Indonesia maju adalah harus bisa terlepas dari ketergantungan pada ekspor barang-barang mentah. Selama ini memang Indonesia masih bergantung pada ekspor kekayaan alamnya seperti batu bara dan sebagainya.

"Dalam beberapa tahun belakangan ini GDP Indonesia mengalami peningkatan walaupun GDP nya masih di bawah USD4.000. Berdasarkan global kompetitifnya index posisi GDP Indonesia USD3.876 ini masih mengandalkan SDA. Kalau ini masih terus berlanjut Indonesia tidak akan menjadi negara maju," ujarnya dalam acara Kongres Teknologi Nasional di Kantor BPPT, Jakarta, Rabu (20/3/2019).

Baca Juga: Ekspor Industri Furnitur dan Kerajinan Naik 8,2%

Menurut Hammam, Indonesia harus mendorong hilirisasi produk SDA-nya. Karena memang banyak sekali turunan produk SDA ini yang bisa dimanfaatkan untuk bisa menghasilkan nilai tambah.

"Untuk menjadi negara maju Indonesia harus mampu Indonesia referensi ekonomi," ucapnya.

Kemudian Indonesia juga harus bisa mendorong sektor industri dengan kemampuannya sendiri. Hal tersebut pula yang dilakukan oleh Korea dan China sehingga saat ini menjadi negara maju.

"Melihat kunci keberhasilan Korsel dan Tiongkok dengan membangun kemampuan industrinya dengan teknologinya sendiri," jelasnya.

Baca Juga: Ekspor Rokok dan Cerutu Tembus Rp13 Triliun pada 2018

Artinya lanjut Hammam, Indonesia dituntut untuk selalu berinovasi. Mengingat saat ini kelemahan Indonesia adalah dalam hal inovasi yang dibuktikan dengan data yang dikeluarkan oleh Bank Dunia di mana Indonesia menempati peringkat 68 dunia.

Tentunya ini harus segera diperbaiki jika memang Indonesia masih tetap berkeinginan untuk menjadi negara maju. Apalagi saat ini Indonesia memiliki bonus demografi yang mana mayoritas penduduknya berusia produktif.

"Indonesia punya peluang karena Indonesia memiliki bonus demografi," ucapnya

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement