Diskriminasi Sawit, Menko Darmin: Kita Ambil Semua Jalan Lawan Uni Eropa

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 20 Maret 2019 16:51 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 20 320 2032673 diskriminasi-sawit-menko-darmin-kita-ambil-semua-jalan-lawan-uni-eropa-N7Z8Aj1WOy.jpg Foto: Giri Hartomo

JAKARTA - Pemerintah secara tegas menolak wacana parlemen Eropa untuk membatasi penggunaan minyak sawit. Sebab pemerintah tidak ingin jika komoditas yang banyak memberikan manfaat bagi negara ini diganggu oleh Uni Eropa.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, segala upaya akan ditempuh oleh Indonesia untuk melawan diskriminasi ini. Menurutnya, apa yang dilakukan oleh Uni Eropa ini merupakan langka proteksionisme terselubung yang di transformasi kan menjadi terminologi yang mana ujung-ujungnya merupakan langkah diskriminatif.

"Kami akan ambil semua jalan yang bisa kita ambil untuk melawan ini," ujarnya dalam acara konferensi pers di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Rabu (20/3/2019).

 Baca Juga: Menko Darmin: Uni Eropa Diskriminasi Sawit Indonesia

Darmin menambahkan, pihaknya akan meminta dukungan negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) bersama dengan Malaysia. Apalagi dalam pertemuan KTT ASEAN, Presiden Joko Widodo juga sudah menyampaikan betapa pentingnya peran sawit terhadap perekonomian negara.

"Presiden mengatakan keprihatinannya dalam masalah ini. ASEAN bilang kita dukung Indonesia dan Malaysia. Kita juga akan gunakan jalur ASEAN," katanya.

Selain itu lanjut Darmin, pihaknya juga akan menghimpun negara-negara penghasil sawit lewat CPOPC. Di mana saat ini sudah ada tiga anggota CPOPC yakni Indonesia, Malaysia, dan Colombia.

"Anggota CPOPC ini akan bertambah. Jadi CPOPC akan semakin besar power dan keanggotanya. Sebab, ini diskriminasi dan black campaign," katanya.

 Baca Juga: Dijegal Uni Eropa, Menko Darmin: Sawit Turunkan Kemiskinan!

Darmin menambahkan, pemerintah juga akan membawa kasus ini menuju World Trade Organization (WTO). Apalagi jika Uni Eropa benar-benar memberlakukan kebijakan itu.

"Jika delegated act ini sudah official, Indonesia akan membawa ke WTO. Dan akan mengambil langkah lain ke depan," jelasnya.

Selain itu, dirinya juga meminta dukungan kepada perusahaan - perusahaan Uni Eropa yang ada di Indonesia. Sebab menurutnya, dukungan dari pengusaha ini sangat penting untuk menganggagalkan wacana tersebut.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini