nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Belum Banyak Ditekuni, Potensi Bisnis Balado Bakso Raup Untung Menggiurkan

Okky Wanda lestari, Jurnalis · Minggu 24 Maret 2019 05:49 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 21 320 2032923 belum-banyak-ditekuni-potensi-bisnis-balado-bakso-raup-untung-menggiurkan-zOU8TJfwDr.jpeg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA – Bakso paling enak bila disantap saat musim dingin dan masih dalam keadaan hangat. Bakso yang beredar di pasaran biasanya bakso kuah, bakso bakar, dan bakso goreng. Ada menu bakso yang lain, yaitu balado bakso sapi. Cara pembuatannya tidak memerlukan waktu lama, bisnis ini pun masih sedikit yang menekuninya sehingga potensi untuk mengembangkannya masih terbuka lebar.

Adapun untuk memulai bisnis ini ada beberapa kiat yang bisa dilakukan seperti dilansir dari buku Bisnis Modal 500 Ribuan karya Evita P Purnamasari:

1. Bahan baku yang digunakan di sini adalah bakso, maka pilihlah bakso yang berkualitas dan bagus

2. Usahakan mengiris bakso dengan ketebalan yang sama, karena akan berpengaruh pada tingkat kematangan bakso

3. Persiapkan modal secukupnya

Baca Juga: Menguntungkan, Simak Kiat Sukses Bisnis Bubur Ayam

Selanjutnya, simulasi biaya dan laba dari usaha tahu krispi ini adalah sebagai berikut:

Modal

Peralatan

Alat masak (wajan, spatula kayu, dsb) Rp 150.000

Pisau Rp 30.000

Talenan Rp 10.000

Kompor dan gas Rp 500.000

Baskom/ember Rp 20.000

Gerobak Rp 2.000.000

Jumlah Rp 2.710.000

Perkiraan laba/rugi per bulan

Asumsi pendapatan per hari 50 kemasan Rp 3.500

Rp 3.500 x 50 x 24 hari = Rp 4.200.000

bakso

Biaya-biaya

Penyusutan peralatan RP 1.900

Baso sapi Rp 25.000

Tepung beras Rp 1.500

Tepung tapioka Rp 1.000

Baking powder Rp 500

Garam Rp 500

Telur Rp 1.500

Bawang putih bubuk Rp 500

Merica bubuk Rp 500

Minyak goreng Rp 12.000

Bumbu balado bubuk Rp 1.500

Jumlah biaya tidak tetap Rp 46.400

Biaya tetap

Gaji karyawan/hari Rp 15.000

Sewa tempat/hari Rp 40.000

Perawatan alat Rp 1.000

Listrik Rp 2.000

Air Rp1.000

Bahan bakar Rp 7.000

Jumlah biaya tetap Rp 66.000

Total biaya pengeluaran per bulan

Rp 46.400 + Rp 66.000 x 24

Rp 112.400 x 24 = Rp 2.697.600

Laba bersih

Rp 4.200.000 – Rp 2.697.000 = Rp 1.503.000

Perkiraan modal kembali Rp 2.710.000/ Rp 1.503.000 kurang lebih dua bulan.

(kmj.-)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini