nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kenangan Masa Kecil Wapres JK tentang Produk Buatan Napi

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 26 Maret 2019 16:51 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 26 320 2035219 kenangan-masa-kecil-wapres-jk-tentang-produk-buatan-napi-ubiKlOvGiY.jpg Wakil Presiden Jusuf Kalla (Foto: Okezone)

JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla mempunyai masa kecil yang unik tentang produk dari narapidana. Cerita unik tersebut diceritakan saat membuka acara pameran produk unggulan narapadina tahun 2019 di Kantor Kementerian Perindustrian.

Di masa kecilnya, yang diingat dari narapidana adalah produk-produk inovatif yang sangat bermanfaat. Salah satu yang paling ikonik adalah keset kaki yang berasal dari kelapa.

"Dulu waktu saya kecil saya masih ingat kita mengenal keset kaki dari kelapa itu dari penjara," ujarnya dalam acara pembukaan pameran produk unggulan narapadina tahun 2019 di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (26/3/2019).

Baca Juga: Buka Pameran Narapidana 2019, Wapres JK: Produk yang Dihasilkan Bermanfaat

Seiring berkembangnya zaman, ternyata kreatifitas para napi pun tidak luntur. Sebab saat ini, produk yang dihasilkan oleh para napi sudah semakin banyak dan beragam.

"Sekarang syukur sudah berbagai produk yang dihasilkan masyarakat kita yang dibina lembaga pemasyarakatan," jelasnya.

Yang membuatnya semakin kagum adalah produk-produk inovasi yang dibuat ini bukan hanya sekedar menjadi pajangan saja. Melainkan sudah ada beberapa produk yang justru dikomersilkan alias dijual kepada pasar.

"Berbagi produk-produk yang dihasilkan dapat menjadi suatu komersial barang komersial yang bermanfaat disamping meningkatkan kemampuan seperti cafe juga semua tentu bermanfaat," kata JK.

Baca Juga: Hilirisasi Industri Digencarkan karena Dampaknya Berantai

Menurut JK, selain meningkatkan kreativitas juga bisa membuat narapadina ini memiliki penghasilan. Sehingga ketika keluar nanti, memiliki keahlian yang bisa digunakan untuk kemakmuran dirinya dan keluarganya.

"Karena kalau masyarakat kita termenung setiap hari di lembaga pemasyarajatan melihat nasibnya yang tidak tentu berakbiat lain kalau dia keluar nanti," kata JK.

Dirinya juga mengapresiasi kepada pihak-pihak yang membantu dan membimbing narapidana untuk berkreasi. Pemerintah sendiri akan berkomitmen untuk membantu dengan menyediakan peralatan penunjangnya.

"Maka tentu ini juga produktifitas di dalam karena 296 orang yang tidak punya pekerjaan tiap hari tapi bersedia tiap hari bersama sama bukan hanya untuk menghabiskan waktu tapi untuk membina masa depannya yang juga bermanfaat untuk masyarakat lainnya," jelasnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini