Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tarik Ulur Tarif MRT, dari Rp8.500 Jadi Rp14.000

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Rabu, 27 Maret 2019 |08:32 WIB
   Tarik Ulur Tarif MRT, dari Rp8.500 Jadi Rp14.000
Foto: Tarif MRT Rp14.000 (Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Tarif Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta fase I akhirnya resmi ditetapkan sebesar Rp14.000 dari Stasiun Bundaran Hotel Indonesia (HI) ke Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Tarif ini lebih tinggi dari keputusan DPRD DKI yang sebelumnya memutuskan tarif MRT sebesar Rp8.500 per 10 kilometer (km).

Tarif MRT ini diputuskan pada Selasa, 26 Maret 2019 setelah adanya kesepakatan bersama antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan DPRD DKI. Sebelumnya sempat terjadi polemik karena adanya beda pendapat legislatif dan eksekutif.

 Baca Juga: Ini Daftar Lengkap Tarif MRT Jakarta Antar-Stasiun

Berikut fakta-fakta tarik ulur tarif MRT dari Rp8.500 jadi Rp14.000 seperti dirangkum Okezone, Jakarta, Rabu (27/3/2019).

1. Tarif MRT Bundaran HI-Lebak Bulus Rp14.000

Tarif MRT Jakarta akhirnya resmi ditetapkan. Untuk keberangkatan dari Stasiun Bundaran HI ke Lebak Bulus, Jakarta Selatan atau sebaliknya, tarifnya Rp14.000 sekali jalan.

Tarif itu diputuskan usai adanya kesepakan bersama antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan DPRD DKI, Selasa (26/3/2019), setelah sempat terjadi polemik karena adanya beda pendapat legislatif dan eksekutif.

"Alhamdulilkah sudah disepakati angkanya sesuai yang tercantum dalam tabel ini dan inilah yang akan juga diumumkan kepada masyarakat pengguna MRT diJakarta," kata Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan di Gedung DPRD DKI.

 Baca Juga: Tarif MRT Resmi Ditetapkan, Bundaran HI-Lebak Bulus Rp14.000

2. Tarif MRT Paling Murah Rp3.000

Tarif MRT ditetapkan berbeda-beda tergantung jarak tempuh antar stasiun. Tarif paling murah disepakati Rp 3.000.

"Penghitungannya berdasarkan pada jarak antar stasiun sehingga saat diumumkan akan berbentuk tabel. Jadi, dari tiap tempat itu beda-beda," kata Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan.

Perjalanan MRT dari Bundaran HI ke Lebak Bulus melewati 11 stasiun. Jarak tempuh dari satu stasiun ke stasiun lain berbeda.

 

3. Tarif MRT Jangan Bermuatan Politis

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta DPRD tidak mengambil keputusan hanya untuk kepentingan politis Pemilu 2019, harus strategis untuk jangka panjang. "Jangan pengambilan keputusan (Tarif MRT) karena mau Pemilu," kata Anies.

 Baca Juga: Respons Warga DKI soal Tarif MRT Rp14 Ribu

Kalangan DPRD menanggapi pernyataan Anies.

“Kita sama sekali tidak ada urusan dengan konteks pemilu. Emang MRT itu direncanakan untuk persoalan Pemilu? Jadi jangan terlalu pendeklah berpikir," kata Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono.

4. Reaksi Warga DKI Tarif MRT Rp14.000

Sejumlah warga DKI yang diwawancarai Okezone, memiliki tanggapan yang berbeda-beda soal tarif tersebut. Ada yang setuju, ada pula yang merasa tarif sebesar itu dinilai mahal.

Mereka yang memaklumi tarif tersebut merasa kalau dengan besaran harga itu sepadan dengan fasilitas, kenyamanan, dan keuntungan dari segi waktu ketika menggunakan MRT.

"Sejujurnya aku enggak masalah sih sama tarifnya karena fasilitas yang diberikan baik dan nyaman, karena tarif tersebut lebih murah dibanding ojek online," ujar salah satu warga Jakarta, Adriani.

Sedangkan, yang tidak setuju merasa tarif Rp14.000 terlalu mahal dikarenakan harga yang sebanding jikalau menggunakan ojek online. Serta, ada pula yang memperkirakan kalau tarif sebesar itu akan membuat masyarakat kembali menggunakan Kereta Rel Listrik atau Transjakarta.

"Saya rasa dengan harga 14 ribu masyarakat akan tetap memilih KRL dan Transjakarta sebagai moda transportasi umum utama. Kalau memang MRT diniatkan untuk eksklusif pada kalangan tertentu ya harga segitu bisa saja," ungkap Yuli.

 Gaya Santai Presiden Jokowi di Peresmian MRT Jakarta

(Dani Jumadil Akhir)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement