nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BI Beri Sanksi Keras bagi Bank Tak Terapkan Aturan RIM

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 01 April 2019 19:15 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 01 20 2037924 bi-beri-sanksi-keras-bagi-bank-tak-terapkan-aturan-rim-tKK3CSnEX3.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA - Bank Indonesia (menerbitkan aturan baru tentang Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) dan Penyangga Likuiditas Makroprudensial (PLM) bagi Bank Umum Konvensional (BUK), Bank Umum Syariah (BUS), dan Unit Usaha Syariah (UUS).

Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Anggota Dewan Gubernur (PADG) Nomor 21/5/PADG/2019 tentang perubahan ketiga atas PADG Nomor 20/11/PADG/2018 tanggal 31 Mei 2018.

Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Makroprudensial Linda Maulidina mengatakan, pihaknya akan memberikan sanksi jika ada perbankan yang melanggar aturan tersebut. Aturan sendiri mulai berlaku per 1 Juli 2019.

"Kalau enggak diterapkan kita berikan sanksi. Jadi mulai Oktober 2019, karena berikan kesempatan itu berarti berikan kesempatan untuk berikan kredit dan pembiayaan lebih banyak lagi," ujarnya di komplek Bank Indonesia , Jakarta, Senin (1/4/2019).

 Baca Juga: Dorong Pertumbuhan Kredit Perbankan, BI Keluarkan Aturan Baru

Menurut Linda, aturan ini merupakan tindak lanjut dari keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 21 Maret 2019. Tujuannya adalah untuk memperkuat kebijakan makroprudensial yang akomodatif.

Di sisi lain, kebijakan tersebut ditempuh untuk mendorong pertumbuhan kredit atau pembiayaan ekonomi, dengan tetap memperhatikan terjaganya stabilitas sistem keuangan.

"RIM yang akomodatif, tetap dengan perhatikan kondisi atau kerentanan yang bisa berpengaruh pada stabilitas sistem keuangan," katanya.

 Baca Juga: RIM Dilonggarkan, Penyaluran Kredit Diharapkan Tumbuh 12%

Sebagai informasi, Substansi pengaturan dalam perubahan ketiga PADG RIM dan PLM yaitu penyesuaian kisaran batas bawah dan batas atas dari target RIM dan target RIM Syariah, dari sebelumnya masing-masing sebesar 80% - 92% menjadi sebesar 84% - 94% dan penyesuaian contoh perhitungan.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini