nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Data Ekonomi Positif, Bursa Saham AS Menguat

Selasa 02 April 2019 07:31 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 02 278 2038065 data-ekonomi-positif-bursa-saham-as-menguat-xnRHK3cEnT.jpg Bursa saham Wall Street ditutup menguat (Foto: Ilustrasi Reuters)

JAKARTA - Saham-saham di Wall Street menguat pada penutupan perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), mengawali kuartal kedua dengan catatan kuat, karena angka-angka manufaktur positif dari China dan Amerika Serikat meredakan kekhawatiran tentang perlambatan pertumbuhan global.

Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 329,74 poin atau 1,27% menjadi berakhir di 26.258,42 poin. Indeks S&P 500 naik 32,79 poin atau 1,16% menjadi ditutup pada 2.867,19 poin. Indeks Komposit Nasdaq meningkat 99,59 poin atau 1,29%, menjadi berakhir di 7.828,91 poin.

Indeks acuan S&P 500, yang hanya 2,2% di bawah rekor penutupan tertinggi pada September, memicu pola golden cross, di mana rata-rata pergerakan 50-hari melintas di atas rata-rata pergerakan 200-hari. Banyak yang percaya sinyal teknis ini bisa menandakan lebih banyak keuntungan untuk saham dalam jangka pendek.

Baca Juga: Awali April, Wall Street Dibuka Menguat Tajam

Keuntungan di pasar-pasar ekuitas global didorong oleh data yang menunjukkan bahwa sektor manufaktur China secara tak terduga kembali ke pertumbuhan pada Maret untuk pertama kalinya dalam empat bulan.

"Angka-angka China bangkit kembali, dan orang-orang mengambil lebih banyak risiko hari ini karenanya," kata Michael O'Rourke, kepala strategi pasar di JonesTrading di Greenwich, Connecticut, dikutip dari Antaranews, Selasa (2/4/2019).

Angka manufaktur AS untuk Maret juga lebih baik dari yang diperkirakan, membantu investor mengabaikan data penjualan ritel lemah untuk Februari.

wall street

Kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi global telah meredupkan sentimen sejak Federal Reserve mengumumkan pada akhir Januari bahwa pengetatan moneternya akan berakhir lebih awal dari yang diperkirakan, karena pihaknya mengutip "arus lintas" yang mempengaruhi perekonomian. Pergeseran dalam kebijakan Fed mendorong imbal hasil pada obligasi pemerintah 10-tahun di bawah imbal hasil surat utang tiga bulan pekan lalu untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade.

Imbal hasil obligasi 10-tahun telah naik kembali di atas suku bunga surat utang tiga bulan dan pada Senin (1/4/2019) mencapai tertinggi satu minggu. Kenaikan imbal hasil obligasi 10-tahun pada Senin (1/4/2019) membantu mengangkat saham-saham finansial, yang memberikan dorongan terbesar bagi S&P 500 di antara 11 sektor indeks. Saham-saham bank S&P 500 melonjak 2,9%.

"Imbal hasil obligasi pemerintah telah dinilai suram, dan sekarang mereka membuka beberapa negativitas itu," kata Keith Lerner, kepala strategi pasar di SunTrust Advisory Services di Atlanta.

"Jadi, kami melihat uang bergerak kembali ke wilayah siklikal, itulah sebabnya sektor keuangan saat ini menjadi pemimpin besar."

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini