JAKARTA – PT Bank Bukopin Tbk berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp190 miliar pada tahun 2018. Jumlah tersebut meningkat 40% dibandingkan dengan pencapaian tahun 2017 sebesar Rp136 miliar.
Peningkatan laba bersih Bukopin didorong oleh penguatan rasio kecukupan modal, peningkatan kualitas aset, dan efisiensi. “Efisiensi kita fokus menurunkan biaya dengan berbagai cara. Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) menurun dari 99,04% menjadi 98,41%. Rasio Non Performing Loan (NPL) gross juga berhasil turun menjadi 6,67% dari 8,54%,” kata Direktur Keuangan dan Perencanaan Bukopin M Rachmat Kaimuddin saat konferensi pers paparan kinerja Bank Bukopin Tahun 2018 di Jakarta, kemarin.
Baca Juga: Bank Bukopin Lunasi Obligasi Subordinasi Berkelanjutan Rp1,53 Triliun
Rachmat menjelaskan, dari sisi rasio kecukupan modal, posisi CAR (capital adequacy ratio ) perseroan hingga akhir tahun 2018 mencapai 13,41% meningkat 2,89% dibandingkan dengan posisi CAR pada 31 Desember 2018 sebesar 10,52%. Perseroan juga melakukan penambahan modal melalui rights issue. Melalui aksi korporasi tersebut permodalan Bank Bukopin menjadi semakin kuat. Di sisi lain, kata dia, komposisi pemegang saham perseroan kini juga menjadi semakin lengkap dengan keberadaan PT Bosowa Corporindo mewakili unsur swasta, Kopelindo mewakili unsur koperasi, Negara RI, serta KB Kookmin Bank mewakili unsur global.
“Kami yakin dengan dukungan pemegang saham yang solid, Bank Bukopin akan dapat melaju lebih pesat lagi untuk mewujudkan tujuan dan visi bank,” katanya. Adapun penyaluran kredit Bukopin mencapai Rp66,44 triliun pada 2018. Sebagian besar kredit perseroan disalurkan ke sektor ritel, yaitu UMKM (usaha mikro kecil dan menengah) sebesar Rp29,28 triliun dan konsumer sebesar Rp15,26 triliun serta kredit ke sektor komersial sebesar Rp21,90 triliun.
