Share

Laba Bank Bukopin Naik 40% Jadi Rp190 Miliar

Koran SINDO, Jurnalis · Selasa 02 April 2019 11:31 WIB
https: img.okezone.com content 2019 04 02 278 2038144 laba-bank-bukopin-naik-40-jadi-rp190-miliar-Tny3EnrqB7.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTAPT Bank Bukopin Tbk berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp190 miliar pada tahun 2018. Jumlah tersebut meningkat 40% dibandingkan dengan pencapaian tahun 2017 sebesar Rp136 miliar.

Peningkatan laba bersih Bukopin didorong oleh penguatan rasio kecukupan modal, peningkatan kualitas aset, dan efisiensi. “Efisiensi kita fokus menurunkan biaya dengan berbagai cara. Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) menurun dari 99,04% menjadi 98,41%. Rasio Non Performing Loan (NPL) gross juga berhasil turun menjadi 6,67% dari 8,54%,” kata Direktur Keuangan dan Perencanaan Bukopin M Rachmat Kaimuddin saat konferensi pers paparan kinerja Bank Bukopin Tahun 2018 di Jakarta, kemarin.

Baca Juga:  Bank Bukopin Lunasi Obligasi Subordinasi Berkelanjutan Rp1,53 Triliun

Rachmat menjelaskan, dari sisi rasio kecukupan modal, posisi CAR (capital adequacy ratio ) perseroan hingga akhir tahun 2018 mencapai 13,41% meningkat 2,89% dibandingkan dengan posisi CAR pada 31 Desember 2018 sebesar 10,52%. Perseroan juga melakukan penambahan modal melalui rights issue. Melalui aksi korporasi tersebut permodalan Bank Bukopin menjadi semakin kuat. Di sisi lain, kata dia, komposisi pemegang saham perseroan kini juga menjadi semakin lengkap dengan keberadaan PT Bosowa Corporindo mewakili unsur swasta, Kopelindo mewakili unsur koperasi, Negara RI, serta KB Kookmin Bank mewakili unsur global.

“Kami yakin dengan dukungan pemegang saham yang solid, Bank Bukopin akan dapat melaju lebih pesat lagi untuk mewujudkan tujuan dan visi bank,” katanya. Adapun penyaluran kredit Bukopin mencapai Rp66,44 triliun pada 2018. Sebagian besar kredit perseroan disalurkan ke sektor ritel, yaitu UMKM (usaha mikro kecil dan menengah) sebesar Rp29,28 triliun dan konsumer sebesar Rp15,26 triliun serta kredit ke sektor komersial sebesar Rp21,90 triliun.

ihsg

“Tahun ini kami akan fokuskan kredit di sektor konsumer dan segmen small medium enterprise (SME). Sektor komersial akan tetap kita jaga. Rasio NPL juga diharapkan bisa turun di bawah 5% untuk yang gross. Kalau NPL nett ditargetkan bisa di angka 3% dari yang saat ini di angka 4,75%,” ujarnya. Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) perseroan mencapai Rp76,1 triliun. Jumlah tersebut ditempatkan dalam bentuk giro sebesar Rp10,04 triliun, tabungan sebesar Rp19,92 triliun, dan sisanya sebesar Rp46,19 triliun deposito. Per 31 Desember 2018, rasio Loan to Deposito Ratios (LDR) perseroan tercatat 86,18% dengan rasio Net Stable Funding Ratio (NSFR) 106,75%.

Pada periode sama Return On Assets (ROA) dan Return on Equity (ROE) perseroan tercatat sebesar 0,22% dan 2,95%. Rachmat menuturkan, ke depan Bank Bukopin akan memacu pertumbuhan kinerja tahun 2019 dengan melakukan perbaikan kualitas, peningkatan produktivitas, dan mengoptimalkan proses digitalisasi. Perseroan menargetkan pertumbuhan laba bersih meningkat dua kali lipat dibandingkan pencapaian laba tahun lalu. Adapun dari sisi aset, Bukopin berharap bisa meningkatkan 8% dari realisasi pencapaian tahun 2018 sebesar Rp95,6 triliun.

Sementara, pendapatan operasional lainnya (fee based income) perseroan pada 2018 sebesar Rp784 miliar. “Kami akan terus memperkuat penetrasi di segmen ritel,” ungkap Direktur Konsumer Bank Bukopin Rivan A Pur wantono.

(Kunthi Fahmar Sandy)

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini