Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menteri Jonan Buka-bukaan Defisit Neraca Dagang Migas

Taufik Fajar , Jurnalis-Selasa, 02 April 2019 |14:16 WIB
Menteri Jonan Buka-bukaan Defisit Neraca Dagang Migas
Foto: Menteri ESDM Ignasius Jonan (Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Ignasius Jonan memberikan penjelasan terkait penyebab neraca dagang minyak dan gas yang masih mengalami defisit. Menurutnya neraca dagang yang defisit, karena pemerintah saat ini memanfaatkan energi nasional untuk pembangunan, bukan hanya sekadar komoditas ekspor.

"Kemarin ada yang tanya kepada saya, 'Pak neraca dagang migas kok defisit'. Jadi, pertanyaan saya energi akan digunakan sebagai alat pembangunan atau komoditi ekspor. Maka itu kita mesti tingkatkan daya beli," ujar Jonan di Energy Building, SCBD Jakarta, Selasa (2/4/2019).

 Baca Juga: Pengembangan Kendaraan Listrik Lebih Mudah Dibandingkan Genjot Produksi Minyak

Dia menuturkan, ada sekitar 60% dari total produksi gas nasional yang mencapai 2.100 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) digunakan untuk domestik. Sedangkan minyak masih impor untuk menutupi kekurangan kebutuhan konsumsi.

"Kita lihat minyak memang rendah produksi 770 ribu barel per hari, konsumsinya 1,2 juta barel, menjadi minus. Tapi sebenarnya akhirnya minus karena gas dipakai untuk nasional. Kalau diekspor semua pasti plus, jadi 60% udah kita gunakan," tutur dia.

 Baca Juga: Neraca Perdagangan Indonesia-AS Surplus, tapi Defisit dengan China

Dia menambahkan, pihaknya saat ini terus memanfaatkan energi termasuk migas untuk meningkatkan daya beli masyarakat. Pasalnya di sektor energi masih banyak masyarakat yang belum mampu menikmatinya.

"Jadi, pandangan kami pertama yang penting dilakukan peningkatan daya beli secara global. Makanya pemerintah berjuang mati-matian tingkatkan GDP per kapita," kata dia.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement