
Sekretaris perusahaan Semen Indonesia, yang juga menjabat Direktur Solusi Bangun Indonesia, Agung Wiharto pernah bilang, kebutuhan semen domestik 2019 diperkirakan tumbuh 4-5%. Dimana pertumbuhan tersebut telah mempertimbangkan inflasi dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). "Kami akan ikuti itu supaya market share kami terjaga," kata Agung.
Grup Semen Indonesia menargetkan tahun ini dapat mengekspor mengekspor semen sebesar 4 juta ton setelah mereka terkonsolidasi dengan Solusi Bangun Indonesia. Tahun lalu, sebelum terkonsolidasi, ekspor Semen Indonesia mencapai 3 juta ton. Disampaikannya, langkah awal Semen Indonesia yaitu melakukan integrasi secepatnya agar tercipta rantai suplai (supply chain) demi meningkatkan efisiensi. Saat ini, industri semen dalam negeri masih mengalami kelebihan pasokan yang diperkirakan mencapai 30% dari kapasitas nasional saat ini sebanyak 110 juta ton per tahun. Salah satu jalan untuk meningkatkan efisiensi yaitu dari sisi bahan baku. Usai berkonsolidasi, Semen Indonesia secara grup memiliki daya tawar yang lebih besar terhadap energi yang mereka gunakan yaitu batu bara.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.