nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Laba Semen Indonesia Naik 86,66% Jadi Rp3,08 Triliun

Kamis 04 April 2019 11:28 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 04 278 2038897 laba-semen-indonesia-naik-86-66-jadi-rp3-08-triliun-zczk3JA4p9.jpg Ilustrasi Semen (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) pada akhir Desember 2018 mencatatkan laba bersih sebesar Rp3,08 triliun atau naik 86,66% dibanding periode yang sama tahun 2017 yang tercatat sebesar Rp1,65 triliun.

Baca Juga: Akuisisi Holcim, Semen Indonesia Targetkan Ekspor 5 Juta Ton Semen

Dilansir dari Harian Neraca, Kamis (4/4/2019), penjualan perseroan tercatat sebesar Rp30,68 triliun atau naik 10,32% dibandingkan akhir Desember 2017 yang tercatat sebesar Rp27,81 triliun. Sedangkan pokok penjualan mengalami kenaikan 7,55% dari Rp19,85 triliun menjadi Rp21,35 triliun. Selain itu, kewajiban tercatat sebesar Rp18,41 triliun atau turun 3,2% dibanding akhir tahun 2017 yang tercatat sebesar Rp19,022 triliun.

Sementara ekuitas perseroan tercatatsebesarRp32,73 triliun atau turun 8,95% dibanding akhir tahun 2017 yang tercatat sebesar Rp30,04 triliun. Adapun aset perseroan tercatat sebesar Rp51,15 triliun atau naik 4,26% dibanding akhir tahun 2017 yang tercatat sebesarRp49,06 triliun. Tahun ini, perseroan memperkirakan penjualan semen grup setelah terkonsolidasi dengan PT Solusi Bangun Indonesia Tbk tumbuh moderat mengikuti kebutuhan dalam negeri tahun ini.

semen

Sekretaris perusahaan Semen Indonesia, yang juga menjabat Direktur Solusi Bangun Indonesia, Agung Wiharto pernah bilang, kebutuhan semen domestik 2019 diperkirakan tumbuh 4-5%. Dimana pertumbuhan tersebut telah mempertimbangkan inflasi dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). "Kami akan ikuti itu supaya market share kami terjaga," kata Agung.

Grup Semen Indonesia menargetkan tahun ini dapat mengekspor mengekspor semen sebesar 4 juta ton setelah mereka terkonsolidasi dengan Solusi Bangun Indonesia. Tahun lalu, sebelum terkonsolidasi, ekspor Semen Indonesia mencapai 3 juta ton. Disampaikannya, langkah awal Semen Indonesia yaitu melakukan integrasi secepatnya agar tercipta rantai suplai (supply chain) demi meningkatkan efisiensi. Saat ini, industri semen dalam negeri masih mengalami kelebihan pasokan yang diperkirakan mencapai 30% dari kapasitas nasional saat ini sebanyak 110 juta ton per tahun. Salah satu jalan untuk meningkatkan efisiensi yaitu dari sisi bahan baku. Usai berkonsolidasi, Semen Indonesia secara grup memiliki daya tawar yang lebih besar terhadap energi yang mereka gunakan yaitu batu bara.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini