Perseroan juga akan merilis produk baru pada pameran tersebut. Momentum lain yang juga akan memberi peluang kenaikan penjualan pada kuartal II/2019 yakni hari raya Idul Fitri. ”Demand nya naik, tetapi peningkatannya tidak signifikan. Tahun pemilu, demand masyarakat relatif stagnan ya. Kemungkinan akan ada perubahan lebih penjualan di 2020,” ujarnya dilansir dari Harian Neraca, Jumat (5/4/2019).

HRTA mengincar pertumbuhan penjualan dan laba bersih masing-masing sebesar 10%, sama seperti pertumbuhan tahun lalu. Pada tahun ini, perseroan akan menambah gerai dari saat ini 32 gerai menjadi 50 gerai hingga akhir tahun 2018.Dari 32 gerai yang ada, sebanyak 10 gerai di antaranya bekerja sama dengan Departemen Matahari Store. Deny menambahkan, perseroan mengincar pasar baru seiring dengan penambahan gerai di sejumlah wilayah di luar pulau Jawa.”Kami tidak hanya buka di Jawa, termasuk juga di luar Pulau Jawa. Ada di Palembang, Medan. Di Makasar dan Batam ada penambahan gerai," imbuhnya.
Sebelumnya, HRTA mengalokasikan belanja modal sebesar Rp100 miliar untuk pembukaan gerai baru pada tahun ini, yang sumber pendanaannya berasal dari perbankan dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan biaya dana. Pembukaan satu gerai Aurum Collection Center (ACC) membutuhkan investasi Rp3 miliar, sedangkan gerai Claudia Perfect Jewellery dan Celine Jewellery sekitar Rp12 miliar - Rp15 miliar.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.