nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menhub Warning Garuda Cs: Jangan Naikkan Harga Tiket Pesawat Seenaknya!

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 05 April 2019 17:53 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 05 320 2039599 menhub-warning-garuda-cs-jangan-naikkan-harga-tiket-pesawat-seenaknya-78IeUWoeQM.jpg Foto: Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (Okezone)

JAKARTA - Kementerian Perhubungan memberikan warning kepada pihak maskapai untuk tidak menaikan harga tiket pesawat seenaknya. Apalagi, pemerintah sendiri sudah menaikan batas bawah dari 30% menjadi 35%.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, warning tersebut ditunjukan kepada seluruh maskapai penerbangan khususnya Garuda Indonesia Group dan Lion Group. Sebab dalam dua bulan terakhir ini, kedua maskapai tersebut mendapatkan banyak kritikan dari masyarakat karena mahalnya tiket.

"Di masa mendatang namanya tarif itu tidak sekena hati, Karena ada Tarif Batas Bawah (TBB) dan Tarif Batas Atas (TBB) dan ditetapkan batas atas," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Jumat (5/4/2019).

 Baca Juga: Menhub Klaim Harga Tiket Pesawat Sudah Turun

Menurut Budi, maskapai harus menetapkan tarif sesuai batas kemampuan masyarakat. Meskipun memang saat ini, pemerintah memberikan kebebasan kepada maskapai untuk menentukan tarif tiketnya sendiri asal sesuai batas bawah dan atas.

"Sebab, pada dasarnya masyarakat ada yang mampu di atas ada mampu harga yang relatif murah," ucapnya.

Budi mengancam jika masih ada maskapai yang menaikan tarif seenaknya, akan menerapkan aturan subclass. Aturan sub class merupakan aturan yang mengatur kelas-kelas tiket dalam suatu penerbangan, sehingga adanya kelas yang paling tinggi dan ada yang paling rendah.

"Kalau enggak konsisten gimana? Ya kalau enggak konsisten kita berlakukan itu, jadinya namanya tarif tidak hanya TBA dan TBB, jadi ada sekian persen-sekian persen," katanya.

 Baca Juga: Menhub Terapkan Aturan Subkelas Jika Harga Tiket Pesawat Tetap Mahal

Memang aturan ini sendiri tidak lazim di dunia penerbangan internasional. Akan tetapi, demi masyarakat, pemerintah akan memastikan agar maskapai tidak seenaknya menaikturunkan tarif tiket pesawat.

"Walaupun tidak lazim secara internasional, tapi saya lebih cenderung memberi kebebasan pada maskapai, tapi harus care dengan masyarakat," kata Budi.

Sebagai informasi, Kemenhub sendiri telah mengeluarkan aturan Keputusan Menteri Nomor 72 Tahun 2019 yang mengatur tentang perhitungan tarif tiket. Dalam aturan tersebut Kemenhub menaikkan TBB dari 30 persen dari TBA menjadi 35% dari TBA.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini