nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Konsorsium Asing dan Lokal Berebut Proyek Pengembangan Bandara Komodo

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 05 April 2019 18:41 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 05 320 2039625 konsorsium-asing-dan-lokal-berebut-proyek-pengembangan-bandara-komodo-zRS7Ptbapa.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berencana melakukan pengembangan Bandara Komodo di Labuan Bajo. Saat ini proses pengembangan sendiri sudah memasui tahap lelang.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara (Dirjen Udara) Kementerian Perhubungan Polana Polana Banguningsih Pramesti mengatakan, hingga saat ini sudah ada lima konsorsium yang memperebutkan proyek Bandara yang berada di Nusa Tenggara Timur (NTT) tersebut. Lima konsorsium itu sendiri terdiri dari perusahaan asing maupun lokal.

Polana pun menyebutkan secara rinci kelima konsorsium yang mengikuti lelang. Konsorsium pertama adalah PT Cardig Aero Services Tbk bersama dengan Changi Airports International Pte Ltd.

 Baca Juga: Bandara Komodo 'Dipercantik' demi Pikat Turis

Lalu konsorsium yang kedua adalah Konsorsium PT Astra Nusa Persada dan Aeroport de Paris International dari Perancis. Kemudian konsorsium yang ketiga adalah PT Angkasa Pura II (Persero) bersama Muhibbah Engineering Bhd, PT Adhi Karya, PT Brantas Abhipraya, dan PT Citilink Indonesia.

Lalu yang keempat adalah PT Interport Mandiri Utama. PT Interport Mandiri Utama ini nantinya bekerja sama dengan Egis International, PT Wijaya Karya Bangunan Gedung, dan PT PGAS Solution.

Kemudian yang terakhir adalah PT Angkasa Pura I, PT PP, dan GVK Power and iIfrastructure Limited dari India.

Menurut Polana, kelima konsorsium yang tengah mengikuti lelang proyek tersebut sudah dinyatakan lulus prakualifikasi (PQ). lulus prakualifikasi sendiri memang menjadi persyaratan bagi konsorsium yang ingin mengikuti lelang.

"Sudah ada lima konsorsium yang lulus PQ, itu ada asing ada lokal," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Jumat (5/4/2019).

 Baca Juga: 4 Fakta Bandara Komodo Rp3 Triliun yang Ditawarkan ke Swasta

Polana menjelaskan, meskipun ada pihak asing yang ikut serta dalam proyek ini akan tetapi harus ada ketentuan yang tidak boleh dilewatkan. Misalnya adalah perusahaan asing tersebut harus membentuk badan usaha di Indonesia.

"Kalau asing pun kan harus jadi seperti badan usaha Indonesia," ucapnya.

Polana menambahkan, pihaknya menargetkan proses lelang bisa rampung pada April 2019 mendatang, sehingga pada bulan Mei, pengembangan Bandara Komodo itu bisa segera dilakukan groundbreaking.

Proyek ini dibangun melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Nantinya, pemenang lelang tidak hanya mengerjakan proses konstruksi, tetapi juga pengelolaan bandara.

"Untuk pengembangan bandara, jadi pengembangannya dan pengelolaannya," kata Polana.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini