nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cari Pinjaman Rp760 Miliar, Bukit Uluwatu Jaminkan 50% Total Aset

Selasa 09 April 2019 11:56 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 09 278 2040956 cari-pinjaman-rp760-miliar-bukit-uluwatu-jaminkan-50-total-aset-FcbIbT8xWW.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Hasil rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) menyepakati untuk menggadaikan sebanyak 50% dari total aset untuk mencari pinjaman hingga Rp760 miliar.

“RUPSLB juga sepakat untuk meningkatkan nilai utang perseroan menjadi USD130 juta hingga USD140 juta,” kata Direktur BUVA, Hendry Utomo seperti dilansir Harian Neraca, Jakarta, Selasa (9/4/2019).

Berdasarkan nilai tukar Rp14.000 per USD, maka pagu atas utang perseroan senilai Rp1,820 triliun hingga Rp1,96 triliun. Dimana yang disetujui, total utang jika meminjam sebesar US$ 130 juta hingga USD140 juta dan sedangkan total utang perseroan saat ini sebesar Rp1,2 triliun.

 Baca Juga: Penjualan Bir Naik 14,88%, Delta Djakarta Raup Laba Rp338 Miliar

Meski demikian, lanjutnya, nilai besaran utang yang akan dicari masih dalam pengkajian perseroan. Hal yang sama juga berlaku terkait dengan jenis utang.

Kata Hendry, pinjaman tersebut bisa dari bank ataupun penerbitan surat berharga. Dirinya menambahkan, dana pinjaman itu, nantinya akan digunakan untuk melakukan penyelesaian beberapa hotel perseroan dan melakukan ekspansi binis baru, seperti melakukan akuisisi hotel.

“Untuk pengembangan bisnis dan akuisisi itu butuh dana Rp450 miliar,” ujarnya.

Untuk diketahui, saat ini, perseroan telah mengoperasikan tiga hotel dengan merek dagang Alila. Disamping itu, perseroan tengah menyelesaikan pembangunan hotel di Magelang, Bintan dan Manado. Di samping itu, guna memacu pertumbuhan bisnisnya, perseroan berencana mengakuisisi salah satu perusahaan yang bergerak dibidang lifestyle dan entertaiment.

 Baca Juga: Bukit Uluwatu Villa Tambah Modal Rp20 Miliar ke Dialog Mitra Sukses

”Benar bahwa BUVA akan melakukan pembelian sebagian saham suatu perusahaan yang bergerak di bidang lifestyle dan entertainment dan saat ini masih dalam proses. Diperkirakan dapat dilaksanakan dalam semester I 2019,” kata Corporate Secretary BUVA, Benita Sofia.

Perseroan membidik perusahaan yang bergerak di bidang hiburan (water park) yang sudah beroperasi lebih dari 25 tahun dan berlokasi di Bali. Perusahaan tersebut harus mempunyai segmen pasar wisatawan kelas atas dan mempunyai hubungan afiliasi antara BUVA dan perusahaan target tersebut. Saat ini, perseroan sedang mengupayakan pendanaan untuk belanja modal tahun 2019 sebesar Rp475 miliar.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini