Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jelang Pilpres, Pengusaha dan Serikat Pekerja Susun Roadmap Ekonomi

Giri Hartomo , Jurnalis-Kamis, 11 April 2019 |17:32 WIB
Jelang Pilpres, Pengusaha dan Serikat Pekerja Susun <i>Roadmap</i> Ekonomi
foto: Okezone
A
A
A

JAKARTA - Menjelang debat calon presiden dan wakil presiden serta pemilihan presiden (Pilpres), para pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) serta Asosiasi Serikat Pekerja merapatkan barisan. Tujuannya untuk membahas mengenai perekonomian termasuk juga evaluasi kinerja ketenagakerjaan dan perekonomian nasional.

Dalam acara ini hadir Ketua umum Apindo Hariyadi B Sukamdani, Wakil Ketua Umum Suryadi Sasmita, Wakil Ketua Umum Shinta W Kamdani, Presiden Konfederasi Serikat Buruh Indonesia (KSBSI) Mudhofir, Wakil Ketua Umum Bidang OKK DPP Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jusuf Rizal, Ketua Umum Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Syukur Sarto dan Ketua Umum Kesatuan Serikat Pekerja Nasional (KSPN) Ristadi.

Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani mengatakan, acara ini secara umum untuk melihat bagaimana kondisi perekonomian nasional terkini secara objektif. Termasuk juga bagaimana pandangannya mengenai ekonomi Indonesia di masa mendatang.

"Hari ini kami pointnya kami bersama-sama dengan konfederasi serikat pekerja mencoba melihat secara objek selama 4,5 tahun," ujarnya dalam acara konferensi pers di Kantor Apindo, Jakarta, Kamis (11/4/2019).

Baca Juga: Wapres JK Minta Apindo Jaga Keseimbangan Pengusaha-Pekerja

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Apindo Shinta W Kamdani mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan roadmap perekonomian untuk pemerintahan selanjutnya. Biasanya roadmap ini selalu digunakan pemerintah untuk mendongkrak perekonomian di lima tahun akan datang.

"Roadmap ini sedang kami kerjakan, kalau boleh saya kasih gambaran ini memang dilakukan setiap 5 tahun dan kita sampaikan kepada pemerintah," ucapnya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement