nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wall Street Mixed, Investor Cerna Data Ekonomi AS

Jum'at 12 April 2019 07:33 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 12 278 2042357 wall-street-mixed-investor-cerna-data-ekonomi-as-FwTTahwLhV.jpg Bursa saham Wall Street ditutup mixed (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA - Saham-saham pada Wall Street bervariasi pada akhir perdagangan 11 April 2019, karena investor mencerna sejumlah data ekonomi terbaru.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun tipis 14,11 poin atau 0,05%, menjadi ditutup di 26.143,05 poin. Indeks S&P 500 sedikit menguat 0,11 poin atau 0,0038%, menjadi berakhir di 2.888,32 poin. Indeks Komposit Nasdaq berkurang 16,88 poin atau 0,21%, menjadi ditutup di 7.947,36 poin, dilansir dari Antaranews, Jumat (12/4/2019).

Baca Juga: Wall Street Dibuka Menguat usai Laporan The Fed soal Perlambatan Ekonomi Global

Saham JetBlue Airways naik sekitar 0,9%, setelah maskapai berbiaya rendah itu pada Rabu (10/4/2019) mengumumkan rencana untuk menyediakan layanan penerbangan ke London pada 2021, sebuah langkah untuk bersaing dengan maskapai penerbangan internasional besar di pasar kosmopolitan yang sibuk.

Enam dari 11 sektor utama S&P 500 diperdagangkan lebih tinggi di sekitar penutupan pasar, dengan sektor industri naik hampir 0,9%, memimpin para pencetak keuntungan.

Karena sebagian besar perusahaan akan melaporkan hasil laba untuk kuartal pertama minggu ini, para analis memperkirakan laba kuartal pertama S&P 500 turun 2,5% dari setahun lalu, kontraksi pertama mereka sejak 2016, menurut Reuters. Hal itu memicu kekhawatiran atas pertumbuhan ekonomi AS.

wall street

Di sisi ekonomi, Indeks Harga Produsen untuk permintaan akhir naik 0,6% pada Maret, Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan. Harga-harga permintaan akhir naik 0,1% di Februari dan turun 0,1% di Januari.

Peningkatan ini terjadi terutama karena lonjakan harga bensin. Untuk 12 bulan yang berakhir Maret, indeks permintaan akhir naik 2,2%, kenaikan 12 bulan terbesar sejak Desember 2018.

Klaim pengangguran AS, atau jumlah orang yang mengajukan permohonan tunjangan pengangguran, turun tajam 8.000 menjadi 196.000 dalam pekan yang berakhir 6 April, kata Departemen Tenaga Kerja. Ini menandai level terendah untuk klaim awal sejak 4 Oktober 1969, menandakan pasar tenaga kerja yang kuat menopang perekonomian AS.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini