nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fitch Ratings Turunkan Peringkat Waskita Karya Jadi Negatif

Senin 15 April 2019 12:18 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 15 278 2043649 fitch-ratings-turunkan-peringkat-waskita-karya-jadi-negatif-Tu3FAtwMgM.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Lembaga pemeringkat Fitch Ratings Indonesia memangkas prospek (outlook) peringkat emiten konstruksi PT Waskita Karya Tbk (WSKT) menjadi negatif dari stabil karena tingkat utang (leverage) tinggi dilevel 6,1x.

Tingginya leverage tersebut dinilai karena Waskita mengandalkan pendanaan eksternal untuk menyelesaikan proyeknya. Informasi tersebut disampaikan Fitch Ratings dalam risetnya di Jakarta, kemarin.

Baca Juga: Waskita Karya Raup Laba Bersih Rp4,6 Triliun pada 2018

Selain itu, Associate Director Fitch Ratings Indonesia, Salman Alamsyah juga menetapkan kembali peringkat nasional WSKT pada A(idn) dan A-(idn) untuk obligasi perseroan yang sudah terbit maupun yang sedang diajukan senilai Rp 1,85 triliun. Tingkat utang yang tinggi tersebut didasari oleh hitungan rasio utang bersih terhadap EBITDAR(laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, amortisasi, dan restrukturisasi) yang mencapai 6,1x pada 2018. Level itu di atas bataspemicu peringkat negatif yakni 5,5x.

"Meskipun demikian, kami meyakini pembayaran dari proyek turnkey dan dana dari divestasi jalan tol yang sukses akan menurunkan tingkat utang perseroan hingga ke bawah 5,5x dalam satu atau dua tahun dan dapat membuat prospek peringkatnya dinaikkan lagi menjadi stabil," ujar Salman, dikutip dari Harian Neraca, Jakarta, Senin (15/4/2019).

Baca Juga: Bersama KAI dan INKA, Waskita Bangun Proyek Kereta Api di Filipina

Proyek turnkey yang dimaksud adalah proyek yangpembayaran dilakukan saat pekerjaan telah selesai seluruhnya atau saat proyek serah terima dari pelaksana ke pemilik. Lebih lanjut, menurut Fitch, prospek negatif ini bisa saja kembali direvisi menjadi stabil asalkan leverage perusahaan turun menjadi di bawah 5,5x dalam 1-2 tahun ke depan dengan asumsi pembiayaan proyek nantinya dikombinasikan dengan dana dari pembayaran proyek turnkey dan divestasi tol.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini