Bersama KAI dan INKA, Waskita Bangun Proyek Kereta Api di Filipina

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 01 Februari 2019 13:10 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 01 320 2012374 bersama-kai-dan-inka-waskita-bangun-proyek-kereta-api-di-filipina-5WeQML6h0r.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - PT Waskita Karya Tbk (WSKT) berencana melakukan ekspansi bisnis ke negara tetangga yakni Filipina. Adapun ekspansi bisnis yang akan dilakukan adalah proyek pembangunan kereta api di Filipina

Direktur Utama PT Waskita Karya (Persero) Tbk I Gusti Ngurah Putra mengatakan dalam ekspansi bisnis yang dilakukan oleh Perseroan ini nantinya akan bersama-sama dengan Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lainya. Beberapa perusahaan BUMN yang akan diajak gabung adalah PT Inka (Persero) dan PT KAI (Persero).

"Kita keluar negeri ada konsep kerjasama dengan teman-teman di Kereta Api. Pengalaman kita di Palembang kita mau ekspor," ujarnya saat ditemui di Hotel Pullman, Jakarta, Jumat (1/2/2019).

Baca Juga: Waskita Bakal Bangun Tol Atas Laut Kalimantan

Menurut Putra, nantinya PT KAI (Persero) akan menjadi operator dari proyek kereta api di negara tetangga tersebut. Sedangkan Waskita nantinya akan membangun infrastruktur dari mulai rel hingga stasiunnya, sementara Inka akan menyediakan kereta apinya yang akan diekspor langsung dari dalam negeri.

"Jadi infrastrukturnya (Waskita), rolling stocknya dari Inka, operatornya dari KAI. kita sudah menjajaki di Filipina untuk cari mulai pertama untuk kita bisa ekspor," jelasnya.

Sementara untuk pendanaannya lanjut Putra, nantinya akan mengandalkan pinjaman dari Bank Excim. Namun dirinya belum bisa menyebutkan berapa investasi yang dibutuhkan untuk proyek lintas negara tersebut, sebab saat ini masih dalam perhitungan oleh pihaknya.

"Pendanaannya dari Bank Excim itu kita masih jajaki. Nilainya belum ada masih kita cari," ucapnya.

Baca Juga: Waskita Bidik Kontrak Baru Rp55 Triliun

Putra berharap agar seluruh proses bisa berjalan dengan lancar sehingga proyek kereta api pertama di Filipina yang dikerjakan oleh perusahaan BUMN bisa segera terlaksana tahun ini. Hingga saat ini sendiri, pihaknya bersama dengan dua BUMN lainnya sudah mendatangi Filipina sebanyak tiga kali untuk mempercepat pengerjaan proyek tersebut.

"Saya tidak bisa menentukan tapi kalau begitu ada kesempatan dan secara legal kita bisa, secara bisnis masuk itu kalau bisa tahun ini. Kita yang sudah beberapa kali teman-teman berangkat ke Filipina. Ada tiga kali. Kan tidak mudah karena kita harus mempelajri overpratice, regulasi setempat,dan sebagainya," jelasnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini